Kamis, April 16, 2026

Anies dihadapan mahasiswa Universitas Kuningan
Nasional

Anies : Perlunya Pertimbangan Aspek Lingkungan Dalam Kegiatan Ekonomi

INAPOS, KUNINGAN, – Perlunya mempertimbangkan aspek lingkungan dalam kegiatan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan oleh Anies Baswedan dalam kuliah umum bertema “Degradasi ke Regenerasi: Kepemimpinan untuk Masa Depan Bumi yang Lebih Baik”,.
Anies menyampaikan pandangannya mengenai hubungan antara ekonomi dan ekologi di hadapan mahasiswa Universitas Kuningan. Ia menyoroti bagaimana kedua konsep tersebut kerap kali dipertentangkan, padahal berasal dari akar yang sama.

“Ekonomi dan ekologi merupakan dua kata yang berakar dari bahasa yang sama, yaitu Bahasa Yunani. Namun dalam perjalanannya kedua kata ini sering berseberangan. Memajukan ekonomi dengan ongkos ekologi, sebaliknya mempertahankan ekologi dengan ongkos ekonomi,” ujarnya, Sabtu (24/5/2025).

Menurutnya sudah saatnya kedua konsep tersebut tidak lagi saling mengorbankan, melainkan berjalan beriringan. “Dan hari ini adalah salah satunya tanggung jawab akademisi untuk membuat ekonomi dan ekologi ini berjalan bersama,” ujarnya.

Anies juga menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek lingkungan dalam setiap kegiatan ekonomi. Ia menyoroti prinsip bisnis berkelanjutan yang harus memperhatikan tiga aspek penting: profit, people, dan planet.

“Dalam bisnis harus mempertimbangkan faktor 3P: Profit, People, dan Planet. Tidak bisa kita usaha hanya mengejar satu P saja, profit atau keuntungan saja. Tapi harus secara lengkap mengejar 3P, yakni mengejar keuntungan, mengembangkan kualitas hidup manusia dan menyelamatkan bumi,” ucapnya.

Lebih jauh, Anies mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi krisis iklim yang tidak bisa diabaikan. Ia menyebut tahun 2023 sebagai tahun dengan suhu terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah umat manusia.

“Saat ini, krisis iklim dunia merupakan fakta yang tak bisa diabaikan. Tahun 2023 lalu merupakan saat suhu terpanas dirasakan di dunia dalam sejarah umat manusia. 40 persen populasi dunia kekurangan air saat ini,” ujarnya

Anies memperingatkan jika kondisi ini terus dibiarkan, generasi mendatang akan menanggung dampak yang jauh lebih berat.

“Kalau ini dibiarkan, kita tidak melakukan apa-apa maka umat manusia akan mengalami penderitaan ekstra terutama generasi yang akan datang. Bagi yang sekarang, tantangannya ada di masyarakat ekonomi bawah,” katanya.

Ia juga menyoroti posisi Indonesia yang berada di garis depan krisis lingkungan, dengan seringnya bencana terjadi, termasuk banjir akibat curah hujan tinggi.

Apa yang disampaikan Anies Baswedan tersebut sesuai dengan kondisi apa yang terjadi di Kabupaten Kuningan belakangan.

Dimana, berdirinya tempat wisata Arunika milik anggota DPR RI, H. Rokhmat Ardiyan, M.M. diduga telah mengakibatkan wilayah sekitarnya menjadi longsor.

Ardiyan dalam membangun tempat wisata untuk usahanya tidak mempertimbangkan beberapa aspek lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *