Selasa, April 21, 2026

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Jateng, Henggar Budi Anggoro, saat meninjau langsung kondisi lapangan di Sayung, Demak. Er
Pemerintah

14 Pompa Dikerahkan, Pemprov Jateng Percepat Penanganan Rob di Pantura Demak-Semarang

INAPOS, DEMAK.- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mempercepat penanganan rob yang menggenangi jalur Pantura Demak-Semarang, tepatnya di KM 9 depan pabrik Polytron, dengan mendatangkan dua unit pompa tambahan. Dengan tambahan tersebut, kini total 14 pompa telah dikerahkan untuk mempercepat proses pengeringan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Jateng, Henggar Budi Anggoro, saat meninjau langsung kondisi lapangan di Sayung, Demak, menyampaikan bahwa dua pompa tambahan dikirim dari Kudus (oleh Pusdataru) dan satu lagi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Untuk mengeringkan rob di sisi selatan depan Polytron, sebelumnya telah ada empat pompa terpasang. Tambahan dua pompa hari ini akan ditempatkan di Kali Ngepreh Sayung dan digunakan untuk mendorong air ke Sungai Dombo Sayung,” ujar Henggar.

Dari total 14 pompa, delapan di antaranya berada di sisi utara atau jalur Semarang menuju Demak. Pompa-pompa milik BBWS dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) tersebut terbukti efektif dalam mengurangi genangan air.

Sementara di sisi selatan, kini terdapat enam pompa aktif yang bekerja menyedot air rob dari kawasan sekitar pabrik Polytron.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PU BMCK) Jateng, Hanung Triyono, menambahkan bahwa meski air bisa dialirkan ke sisi utara, opsi tersebut tidak diambil karena berisiko membanjiri permukiman warga. Oleh karena itu, Pemprov Jateng memilih alternatif membuang air ke lokasi lain yang lebih aman.

Selain pemasangan pompa, upaya penanganan rob juga dilakukan melalui pengerukan sedimentasi di Sungai Dombo Sayung. Saat ini, terdapat delapan ekskavator yang dikerahkan untuk mengembalikan kapasitas tampung sungai, dengan tujuh di antaranya bekerja di titik-titik strategis sepanjang Sungai Dombo.

“Pengerukan dilakukan mulai dari pintu air Penceng hingga jembatan pintu air Ngepreh, termasuk membuka alur hilir kolam Sriwulan. Langkah ini penting agar aliran air lebih lancar dan tidak tertahan di kawasan permukiman maupun jalan nasional,” jelas Henggar.

Seluruh upaya ini merupakan bagian dari grand design penanganan rob Sayung, yang puncaknya adalah pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2025 dan mulai difungsikan pada tahun 2026.

Reporter: Ery

Editor: Redaksi Inapos 

5 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *