Kamis, Mei 14, 2026

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, dr. Encep Sugiana.
DaerahKesehatanPolitik

Anggota DPRD Jabar dr Encep Sugiana Minta Masyarakat Waspadai Penyebaran Hantavirus

INAPOS, BANDUNG.- Anggota DPRD Jawa Barat, Encep Sugiana, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus, penyakit yang ditularkan melalui tikus dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius.

Menurut Encep yang juga berprofesi sebagai dokter, hantavirus dapat menular melalui kotoran, air kencing, hingga gigitan tikus yang telah terinfeksi virus tersebut. Penularan paling sering terjadi ketika air kencing tikus yang mengering bercampur dengan debu lalu terhirup manusia.

“Hantavirus ini bisa menimbulkan gejala seperti demam tinggi, ruam pada tubuh, bahkan gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak. Penularannya bisa dari debu yang terkontaminasi kencing tikus, gigitan tikus, hingga makanan yang sudah terkena virus dari tikus,” ujar dr Encep pada Selasa (12/5/26).

Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan, penyakit akibat hantavirus berkembang secara bertahap. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam, nyeri tubuh, dan gejala umum seperti infeksi virus lainnya.

Namun dalam kondisi lebih berat, penyakit ini dapat menyebabkan tekanan darah menurun hingga gangguan fungsi ginjal yang berdampak pada berkurangnya produksi urine.

“Kalau sudah muncul demam tinggi dan gejala mengarah ke infeksi hantavirus, sebaiknya segera dirawat supaya penanganannya lebih cepat dan tidak berkembang menjadi lebih berat,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, dr Encep mengajak masyarakat melakukan gerakan bersama pemberantasan tikus guna menekan populasi hewan pembawa virus tersebut. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah utama agar tikus tidak berkembang biak di sekitar permukiman warga.

“Yang paling penting jangan sampai tikus masuk ke rumah. Lingkungan harus dijaga tetap bersih, terutama daerah yang dekat kebun atau sarang tikus. Kalau lingkungan bersih biasanya tikus tidak betah,” ucapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan masker saat berada di wilayah rawan penyebaran hantavirus, terutama ketika membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi kotoran tikus.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, dr Encep menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat cukup.

Menurutnya, sistem imun yang baik akan membantu tubuh melawan infeksi virus dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi serius akibat hantavirus.

Tak hanya masyarakat, Encep juga meminta pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan, meningkatkan kewaspadaan melalui pengawasan, edukasi, dan langkah penanganan cepat jika ditemukan kasus di tengah masyarakat.

“Semua pihak harus waspada. Dinas Kesehatan punya peran penting untuk melakukan pengawasan, edukasi, dan penanganan cepat kalau ada kasus yang muncul di masyarakat,” tandasnya.

Reporter: Ayi

Editor: Redaksi Inapos 

 

54 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *