Jumat, April 17, 2026

Anggota DPRD Jawa Barat, Bayu Satya Prawira melakukan kunjungan kerja ke UPTD Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan (IB) Ternak Sapi Perah Bunikasih. Foto: Kris
PolitikDaerah

Bayu Satya Prawira: Cianjur Punya Potensi Besar Jadi Pusat Sapi Perah Jawa Barat

INAPOS, CIANJUR.- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan, Bayu Satya Prawira, S.H., menegaskan bahwa Kabupaten Cianjur memiliki peluang besar untuk menjadi sentra utama sapi perah di Jawa Barat.

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke UPTD Balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan (IB) Ternak Sapi Perah Bunikasih, Selasa (16/9/25).

Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas bibit, teknologi inseminasi buatan, serta keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

“Cianjur punya modal besar, baik dari sisi iklim maupun tradisi beternak. Dengan adanya UPTD Bunikasih, kita berharap kualitas sapi perah terus meningkat, sehingga produksi susu lokal bisa bersaing dengan produk luar,” ujar Bayu.

Ia juga menekankan perlunya perhatian serius terhadap kesejahteraan peternak. Menurut Bayu, banyak kelompok ternak masih menghadapi kendala biaya pakan, akses pembiayaan, hingga pemasaran hasil susu.

“Kalau peternak tidak diperhatikan, maka potensi besar ini tidak akan berkembang maksimal. Kita di DPRD akan mendorong agar program pembinaan, bantuan pakan, serta jalur distribusi hasil produksi lebih diperkuat,” tegasnya.

Bayu menambahkan, pengembangan sapi perah di Cianjur bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal ketahanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat. Produksi susu segar dari peternak lokal harus mendapat prioritas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat.

Usai meninjau fasilitas UPTD, Bayu mengunjungi kelompok ternak untuk mendengarkan langsung aspirasi warga. Dalam dialog, peternak menyampaikan harapan agar pemerintah terus hadir mendampingi mereka, terutama dalam pengendalian harga pakan dan jaminan pasar.

Bayu berjanji akan membawa masukan tersebut ke tingkat provinsi agar menjadi dasar kebijakan yang berpihak pada peternak.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

55 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *