Kamis, Mei 14, 2026

Ilustrasi Hantavirus. Foto: Hello Sehat
DaerahKesehatanPolitik

DPRD DKI Jakarta Ajak Warga Terapkan PHBS, Pemprov Diminta Waspadai Penyebaran Hantavirus

INAPOS, JAKARTA.- Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian mengajak masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengantisipasi potensi penularan virus Andes Hantavirus yang mulai menjadi perhatian di Indonesia.

Menurut Justin, gerakan hidup sehat harus terus digencarkan sebagai langkah pencegahan di tengah munculnya kasus suspek Hantavirus di Indonesia.

“Gerakan hidup sehat di tengah masyarakat perlu terus digencarkan sebagai upaya pencegahan,” ujar Justin, Selasa (12/5/26).

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya dua kasus suspek Hantavirus di Indonesia, masing-masing berada di Jakarta dan Yogyakarta.

Justin menilai, penyebaran Hantavirus yang sebelumnya dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius perlu menjadi perhatian serius, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat luas.

“Ini bukan penyakit main-main. Sejak pertama kali terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius, virusnya sudah menyebar. Kini, Singapura juga telah mengisolasi dua warganya yang diduga terpapar virus tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, laporan dari Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya dua warga negara Indonesia yang berstatus suspek Hantavirus.

“Kemenkes belum lama ini melaporkan ada dua warga negara kita yang menjadi suspek Hantavirus, satu di Jakarta dan satu lagi di Yogyakarta. Karena itu, Pemprov DKI harus meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai kasus ini lolos dan akhirnya menyebar lebih luas di Jakarta,” jelasnya.

Selain meningkatkan kewaspadaan, Justin meminta pengawasan diperketat di lingkungan tempat tinggal maupun lokasi perawatan pasien suspek Hantavirus agar penyebaran virus dapat dicegah sejak dini.

“Wilayah di sekitar tempat tinggal dan lokasi perawatan pasien harus diawasi secara ketat. Jangan sampai virus ini menyebar ke orang lain,” ucapnya.

Justin mengingatkan, Hantavirus bukan penyakit yang bisa dianggap remeh karena memiliki risiko fatal. Ia menyinggung kasus penyebaran virus di kapal pesiar MV Hondius yang disebut menyebabkan delapan kasus infeksi dengan tiga pasien meninggal dunia.

“Virus ini juga mematikan. Memang hingga saat ini penyebarannya masih terbatas dan kita berharap tetap terkendali. Tetapi, sudah ada tiga orang yang meninggal dunia akibat terjangkit virus tersebut. Jadi, kita harus serius menghadapinya,” tegasnya.

Terkait adanya satu pasien suspek di Jakarta, Justin mendorong Pemprov DKI segera mengambil langkah preventif, termasuk melakukan penelusuran riwayat perjalanan dan interaksi pasien.

“Perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan. Karena salah satu pasien terduga Hantavirus berada di DKI Jakarta, maka pergerakan dan riwayat interaksinya perlu ditelusuri. Harus diketahui pasien tersebut sebelumnya pergi ke mana saja dan berinteraksi dengan siapa saja,” tandasnya.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi Inapos 

55 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *