dr Encep Sugiana Tegaskan Program MBG Bukan Sekadar Kenyang, Fokus Penuhi Gizi Anak dan Cegah Stunting
INAPOS, BANDUNG.- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bukan sekadar memberikan makanan kepada anak-anak agar merasa kenyang, melainkan langkah strategis untuk memastikan kebutuhan gizi mereka terpenuhi secara seimbang demi mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Jawa Barat, dr. Encep Sugiana, yang menegaskan bahwa inti dari program MBG adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkualitas.
Menurutnya, makanan yang disediakan dalam program tersebut harus memenuhi standar gizi seimbang yang meliputi karbohidrat, protein, vitamin, mineral, serta lemak yang cukup bagi pertumbuhan anak.
“Makan bergizi gratis itu bukan hanya sekadar memberi makanan. Tetapi bagaimana dengan memberi makanan bergizi gratis itu kebutuhan gizi anak terpenuhi,” ujar dr. Encep pada Senin (9/3/26).
Ia menjelaskan, pemenuhan gizi yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap kondisi kesehatan anak. Ketika anak berada dalam kondisi sehat, kemampuan mereka dalam menyerap pelajaran di sekolah juga akan meningkat.
“Kalau gizi anak terpenuhi, harapannya anak bisa dalam keadaan sehat. Kalau anak sehat, kemampuan belajarnya akan jauh lebih baik sehingga ketika mereka belajar bisa menangkap pelajaran dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Lebih lanjut, dr. Encep menilai kualitas gizi anak memiliki pengaruh besar terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak yang tumbuh dengan kondisi sehat dan bergizi baik diharapkan dapat menjadi generasi yang produktif dan memiliki daya saing tinggi.
Ia juga menyoroti masih tingginya berbagai kasus penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gizi di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah stunting, yang menurutnya merupakan penyakit kronis dan berpotensi menjadi “bom waktu” apabila tidak ditangani secara serius.
“Stunting masih tinggi. Ini penyakit kronis yang bisa menjadi bom waktu di kemudian hari,” ujarnya.
Menurutnya, program MBG merupakan salah satu langkah penting dalam upaya mencegah berbagai persoalan gizi tersebut sekaligus mempersiapkan generasi muda menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Program MBG ini adalah salah satu upaya agar pertumbuhan fisik anak berjalan dengan baik, termasuk pertumbuhan sel-sel otaknya. Pertumbuhan sel otak ini akan berpengaruh terhadap kualitas daya intelektual,” jelasnya.
Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi sejak dini, diharapkan anak-anak tidak hanya tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan intelektual yang baik serta siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“Harapannya, dengan makanan bergizi gratis ini anak-anak tidak hanya terpenuhi kebutuhan kalori dan gizinya, tetapi juga siap menerima pelajaran, beraktivitas, dan kelak menjadi generasi yang produktif,” pungkasnya.
Reporter: Ayi
Editor: Redaksi Inapos
