Beranda Ragam Dukung Net Zero Emission 2060, KAI Daop 3 Cirebon Manfaatkan PLTS di...

Dukung Net Zero Emission 2060, KAI Daop 3 Cirebon Manfaatkan PLTS di Tiga Stasiun Utama

0
2
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel di sejumlah stasiun di wilayah KAI Daop 3 Cirebon. Hms

INAPOS, KOTA CIREBON.- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel di sejumlah stasiun dan bangunan dinas sebagai sumber energi ramah lingkungan.

Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) tersebut menjadi bagian dari strategi KAI untuk mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan biaya operasional di lingkungan perkeretaapian.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan bahwa KAI telah memasang sistem PLTS di tiga stasiun utama, yakni Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebonprujakan, dan Stasiun Brebes, serta di bangunan dinas Griya Karya Cirebon.

Menurutnya, sistem yang digunakan merupakan teknologi On-Grid, yakni pembangkit listrik tenaga surya yang terintegrasi langsung dengan jaringan listrik PLN sehingga pasokan listrik tetap andal dan pemanfaatan energi matahari menjadi lebih optimal.

“Penggunaan solar panel di tiga stasiun ini merupakan bentuk nyata kontribusi KAI dalam menciptakan operasional yang lebih ramah lingkungan sekaligus efisien dari sisi penggunaan energi listrik,” ujar Muhibbuddin pada Selasa 28 Juli 2026.

Ia menjelaskan, kapasitas PLTS di masing-masing lokasi terdiri dari 46 kWp di Stasiun Cirebon, 22 kWp di Stasiun Cirebonprujakan, dan 12 kWp di Stasiun Brebes, sehingga total kapasitas mencapai 80 kWp.

Dengan kapasitas tersebut, sistem PLTS mampu menghasilkan energi listrik rata-rata sekitar 11.610 kWh per hari atau setara 348.300 kWh per bulan. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional stasiun, mulai dari penerangan, sistem informasi penumpang, hingga pendingin ruang tunggu.

Pemanfaatan energi surya tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan asumsi tarif listrik bisnis non-subsidi, penggunaan PLTS berpotensi menciptakan efisiensi biaya listrik hingga ratusan juta rupiah setiap tahun, apabila seluruh energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selain itu, langkah ini turut mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis bahan bakar fosil.

“Stasiun Cirebon dan Cirebonprujakan menjadi dua lokasi utama dengan kapasitas panel terbesar. Penggunaan solar panel ini merupakan upaya transisi energi yang dilakukan KAI melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk menyuplai kebutuhan listrik di berbagai aset KAI, yang telah mampu menghemat penggunaan listrik sekitar 7 hingga 9 persen,” jelasnya.

Muhibbuddin menambahkan, implementasi PLTS juga menjadi bagian dari komitmen KAI dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai landasan pembangunan berkelanjutan di sektor transportasi.
Ke depan, KAI Daop 3 Cirebon akan terus memperluas pemanfaatan energi surya dan berbagai inovasi ramah lingkungan lainnya guna mendukung operasional perkeretaapian yang semakin berkelanjutan.

Selain penggunaan PLTS, KAI juga telah mengoptimalkan pemanfaatan bahan bakar B50 yang lebih bersih dan efisien untuk lokomotif dan armada kereta. Di sisi lain, perusahaan terus melakukan pengelolaan limbah secara berkelanjutan, termasuk penggunaan toilet ramah lingkungan, sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak terhadap lingkungan.

“KAI Daop 3 Cirebon akan terus mendukung target Net Zero Emission melalui berbagai inovasi dan penerapan teknologi hijau agar transportasi kereta api semakin ramah lingkungan di masa depan,” tutup Muhibbuddin.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini