Minggu, Mei 10, 2026

Evaluasi Cirebon Satu Data (CSD) 2025. Foto: Kris
PemerintahDaerah

Evaluasi Cirebon Satu Data 2025 Dorong Perbaikan Tata Kelola Data dan Kolaborasi Lintas Sektor

INAPOS, KOTA CIREBON.- Pemerintah Kota Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola data terpadu melalui Evaluasi Cirebon Satu Data (CSD) 2025 yang digelar pada Kamis (27/11/25).

Agenda ini menjadi momentum penting untuk menilai konsistensi perangkat daerah dalam menghadirkan data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi, sekaligus memperkuat prinsip Satu Data sebagai fondasi pengambilan kebijakan.

Pj Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Sumanto, dalam arahannya menekankan bahwa tata kelola data bukan hanya soal kemampuan teknis, melainkan juga kedisiplinan dan kesadaran kolektif seluruh perangkat daerah.

“Kita hidup di era di mana data telah menjadi mata uang baru, komoditas berharga, dan penentu keberhasilan pembangunan. Pemerintah Kota Cirebon memiliki tanggung jawab moral untuk menyediakan data yang akurat, mutakhir, dan terpadu,” tegas Sumanto.

Ia menambahkan bahwa Cirebon Satu Data harus menjadi dasar seluruh proses pemerintahan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi program. Penegakan prinsip Satu Data harus diwujudkan melalui disiplin pembaruan data, peningkatan metadata, serta penghentian ego sektoral.

“Dalam dunia yang bergerak cepat, data yang terlambat satu hari saja bisa menghasilkan keputusan yang tidak lagi relevan. Data adalah aset kolektif Pemerintah Kota Cirebon,” ujarnya.

Pada forum tersebut, pemerintah menegaskan bahwa rangkaian evaluasi dan penghargaan bukan hanya seremonial, melainkan dorongan untuk memperkuat integritas dan profesionalisme tata kelola data lintas sektor.

Kolaborasi antardinas dan keterbukaan informasi menjadi kunci terbangunnya ekosistem data yang handal di tingkat daerah maupun regional.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon, Maruf Nuryasa, menjelaskan bahwa forum CSD berfungsi sebagai wadah komunikasi antarlembaga dalam penyelenggaraan sistem data daerah.

“Forum ini menjadi penghubung antara instansi pusat, daerah, dan perangkat daerah agar penyelenggaraan CSD benar-benar mendukung Satu Data Indonesia. Tanpa kolaborasi, data tidak akan pernah menjadi kekuatan,” ungkapnya.

Maruf juga memaparkan sejumlah capaian Kota Cirebon dalam dua tahun terakhir, seperti Inovasi Penyelenggaraan SDI Terbaik Kabupaten/Kota pada Satu Data Jabar Award 2024, Juara II Penyelenggara Tata Kelola Data Geospasial, Penghargaan Bhumandala Predikat Nawasena, serta EPSS 2024 dengan nilai terbaik 2,98.

Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi kinerja ini agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Cirebon memberikan Penghargaan Cirebon Satu Data 2025 kepada produsen data terbaik dari enam kategori.

Berikut daftar penerima penghargaan:

Kategori Perangkat Daerah

  1. DKIS – Peringkat I
  2. DPRKP – Peringkat II
  3. Disdukcapil – Peringkat III

Kategori Non-Perangkat Daerah

  1. Kemenag Kota Cirebon – Peringkat I
  2. KPP Pratama Cirebon Satu – Peringkat II
  3. Kantor Pertanahan – Peringkat III

Kategori Data Statistik Populer

  1. Dinas Kesehatan – “10 Kasus Penyakit Terbanyak di Kota Cirebon”
  2. PT PLN (Persero) UP3 Cirebon – “Tarif Listrik Golongan Rumah Tangga Berdasarkan Batas Daya”

Kategori Dataset Terbanyak

  1. DKP3
  2. BPS Kota Cirebon

Kategori Metadata Statistik Terbaik

  • Dinas Kesehatan

Kategori Produsen Data Geospasial Terbaik

  • DPUTR Kota Cirebon

 

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

57 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *