Kamis, April 16, 2026

Forum Lembaga 4 Desa Diskusikan permasalahan sungai Singaraja.
Nasional

Forum 4 Desa Desak Normalisasi Sungai Singaraja, BBWS Dinilai Lamban dan Tak Tanggap

CIREBON – Kekecewaan terhadap kinerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimancis disuarakan keras oleh Forum Lembaga Empat Desa yang terdiri dari unsur Karang Taruna, BPD, dan Pemerintah Desa (Pemdes) di wilayah Kecamatan Astanajapura dan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Mereka mendesak agar normalisasi Sungai Singaraja segera dilakukan sebelum bencana banjir kembali terjadi.

 

Empat desa yang tergabung dalam forum ini adalah Japura Kidul dan Japurabakti di Kecamatan Astanajapura, serta Japurabakti dan Astanamukti di Kecamatan Pangenan. Mereka menyatakan bahwa kondisi Sungai Singaraja yang melintasi wilayah tersebut sudah sangat memprihatinkan karena pendangkalan parah.

 

Ketua Forum 4 Lembaga Desa, Aunurrofiq, mengungkapkan kekesalan atas sikap BBWS Cimancis yang dianggap tidak memberikan perhatian pada bagian hulu sungai yang justru paling rawan.

 

“Kami heran, BBWS malah fokus normalisasi di bagian hilir. Padahal hulu seperti di Japurabakti sangat butuh penanganan segera. Sudah dangkal, kalau hujan banjir, tapi dibiarkan bertahun-tahun,” ujarnya usai rapat konsolidasi, Minggu (8/6).

 

Forum ini dibentuk sebagai respons atas keresahan warga yang setiap tahun harus menghadapi ancaman banjir. Mereka menganggap selama ini tidak ada komunikasi yang jelas dari BBWS, apalagi langkah konkret untuk mengatasi permasalahan di wilayah hulu.

 

Tak hanya berhenti pada surat pengajuan, forum mengancam akan menggelar aksi besar jika tuntutan mereka tak digubris. Ribuan warga dari empat desa siap dikerahkan untuk melakukan unjuk rasa ke kantor BBWS Cimancis.

 

“Sebagai langkah awal, kami mengirimi surat pengajuan ke BBWS ditandatangani 4 kepala desa. Dan kami beri waktu. Kalau dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, kami akan turun ke lapangan. Ribuan warga siap datang menuntut hak kami atas lingkungan yang aman dari banjir,” tegas Aunurrofiq.

 

Keluhan juga muncul soal minimnya informasi dari BBWS terkait program penanganan sungai. Warga merasa seolah-olah wilayah mereka diabaikan.

 

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala BBWS Cimancis, Dwi Agus Kuncoro, memberikan tanggapan singkat. Ia menyatakan bahwa pihaknya terbuka terhadap aduan masyarakat, namun tidak memberikan kejelasan soal jadwal atau prioritas penanganan.

 

“Iya mas. Soal itu, tinggal bersurat saja. Yang penting, nanti alat berat BBWS bisa masuk ke sungai yang dikehendaki dan keamanannya dijaga mas,” ujarnya.

 

Pernyataan tersebut dinilai belum menjawab kekhawatiran warga, apalagi tidak menyebutkan adanya rencana konkret untuk segera melakukan normalisasi di kawasan hulu.

 

Forum berharap BBWS tidak lagi menunda langkah, sebelum banjir kembali datang dan merugikan ribuan warga yang menggantungkan hidup dari wilayah di sekitar Sungai Singaraja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *