Senin, April 20, 2026

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi tinjau langsung Pasar Projo Ambarawa, pastikan harga bapokting stabil
DaerahEkonomi dan BisnisPemerintah

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Pasar Projo Ambarawa, Pastikan Stok Aman dan Harga Bapokting Stabil Selama Ramadan

INAPOS, SEMARANG.- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, meninjau langsung Pasar Projo Ambarawa, Jumat (20/2/26).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan stok dan stabilisasi harga bahan pokok penting (bapokting) tetap terjaga menjelang dan selama Ramadan.

Dalam tinjauan itu, Ahmad Luthfi berkeliling pasar dan berdialog dengan sejumlah pedagang serta pengunjung guna memantau harga pangan secara langsung. Secara umum, harga bahan pokok di Pasar Projo relatif terkendali. Namun, terdapat kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabai rawit merah dan bawang merah yang saat ini berada di atas harga acuan pembelian (HAP).

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan Direktur Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk segera melakukan operasi pasar terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga.

“Koordinasi dengan dinas atau instansi terkait,” tegas Luthfi usai mendengar keluhan para pedagang.

308 Kali Gerakan Pangan Murah Digelar Hingga Maret 2026

Untuk memastikan ketersediaan stok dan menjaga keterjangkauan harga pangan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan akan menggelar 308 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kabupaten/kota hingga Maret 2026.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini, menyampaikan bahwa Jawa Tengah saat ini mengalami surplus pangan dalam jumlah besar, terutama komoditas beras. Meski demikian, terjadi peningkatan permintaan menjelang hari besar keagamaan.

“Memasuki bulan Ramadan, 12 komoditas pangan strategis di Jawa Tengah stoknya semua masih aman,” ujarnya.

Rini menjelaskan, kenaikan harga memang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, terutama pada komoditas cabai. Harga rata-rata cabai di tingkat konsumen di Jawa Tengah saat ini berkisar Rp80 ribu per kilogram.

Selain cabai, beberapa komoditas lain seperti daging ayam dan daging sapi juga mengalami kenaikan harga. Namun, menurutnya, kenaikan tersebut masih berada di bawah batas HAP sehingga dinilai tetap terkendali.

“Sudah mulai naik, tapi belum sampai batas HAP, jadi masih aman,” jelasnya.

Rini menambahkan, kenaikan harga cabai di Jawa Tengah turut dipengaruhi tingginya permintaan dari luar daerah, khususnya Jakarta. Saat ini, harga cabai di Jakarta menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram, sehingga banyak pedagang memilih mengirim pasokan ke ibu kota.

“Akibatnya harga di Jawa Tengah ikut naik juga, meskipun tidak signifikan seperti di Jakarta,” katanya.

Sebagai langkah intervensi, Pemprov Jawa Tengah telah memberikan subsidi harga di tingkat konsumen melalui penugasan kepada JTAB. Cabai dijual dengan harga Rp65 ribu per kilogram guna menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.

“Kita melakukan penugasan melalui JTAB dengan menjual cabai Rp65 ribu per kilogram, supaya masyarakat lebih bisa menjangkau,” pungkas Rini.

58 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *