Jumat, April 17, 2026

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mencanangkan infrastruktur konektivitas transportasi terintegrasi di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Nal
PemerintahSosial

Gubernur Pramono Anung Resmikan Konektivitas Transportasi Terintegrasi di Dukuh Atas

INAPOS, JAKARTA.- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mencanangkan infrastruktur konektivitas transportasi terintegrasi di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Gedung Transport Hub MRT Jakarta-Dukuh Atas pada Rabu (7/5/25).

Dalam pernyataannya, Pramono menegaskan komitmennya untuk menuntaskan permasalahan integrasi antarmoda transportasi yang selama ini menjadi kendala di kawasan strategis tersebut.

“Pada hari ini, Rabu 27 Mei 2025, infrastruktur konektivitas terintegrasi di kawasan Dukuh Atas, serta digitalisasi dan integrasi layanan angkutan umum massal gratis kepada 15 golongan masyarakat, secara resmi saya nyatakan dicanangkan,” ujar Pramono.

Permasalahan integrasi antarmoda, menurutnya, teridentifikasi setelah ia meninjau langsung fasilitas Transport Hub yang seharusnya menghubungkan MRT, Transjakarta, dan KRL. Ia pun telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov DKI untuk segera menyelesaikan hambatan tersebut.

Tak hanya itu, Pramono juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan guna memastikan seluruh moda transportasi dapat terhubung secara optimal.

“Saya sudah minta kepada jajaran Balai Kota, Transjakarta, dan Dirut MRT untuk segera mempersiapkan integrasi ini secara menyeluruh,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa selama ini ego sektoral menjadi penghambat utama integrasi transportasi. Oleh karena itu, ia menyatakan siap turun langsung mengawal proses penyelesaiannya.

“Kenapa dulu belum bisa dilakukan? Menurut saya salah satunya karena ego sektoral,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Pramono juga mencanangkan layanan angkutan umum massal gratis bagi 15 golongan masyarakat. Layanan ini tidak hanya mencakup Transjakarta, tetapi juga akan diperluas ke wilayah Jabodetabek melalui program Transjabodetabek.

“Ke depan, bukan hanya bebas dalam Transjakarta, tetapi juga Transjabodetabek,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal, ia telah menginstruksikan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk membuka lima trayek baru Transjabodetabek. Hal ini menyusul tingginya respons masyarakat terhadap trayek perdana Alam Sutera-Blok M.

“Saya sudah memerintahkan kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk segera membuka lima trayek baru lainnya,” pungkasnya.

 

Reporter: Zaenal 

Editor: Redaksi Inapos 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *