Gubernur Terpilih Pramono Anung Dianugerahi Gelar Adat Betawi “Abang” oleh MKB
INAPOS, JAKARTA.- Gubernur DKI Jakarta terpilih, Pramono Anung Wibowo, resmi menerima gelar kehormatan adat Betawi “Abang” dari Majelis Kaum Betawi (MKB) dalam acara yang digelar di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (1/2/25).
Penganugerahan ini ditandai dengan penyematan pin kuku macan oleh Ketua Dewan Adat MKB, Fauzi Bowo, sebagai simbol penghormatan dan penerimaan Pramono Anung dalam komunitas adat Betawi.
Ketua Majelis Amanah MKB, Marullah Matali, menyampaikan bahwa penganugerahan ini telah melalui proses pembahasan yang panjang. Pramono Anung dinilai memiliki komitmen kuat dalam mengangkat budaya Betawi dan menjadikannya lebih berperan dalam identitas Kota Jakarta.
“Tokoh Betawi telah sepakat memberikan gelar kehormatan ini sebagai bentuk dukungan kepada pemerintahan Bang Anung dan Bang Doel. Kami juga menetapkan Bang Foke (Fauzi Bowo) sebagai Ketua Dewan Adat MKB,” ujar Marullah.
Menurutnya, dengan kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno (Bang Doel) selama lima tahun ke depan, budaya Betawi diharapkan semakin mendapat tempat di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Adat MKB, Fauzi Bowo, menegaskan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, kaum Betawi melalui MKB secara resmi memberikan gelar adat kepada seorang gubernur terpilih.
“Nama panggilannya sekarang Bang Anung. Bang Anung dan Bang Doel, jangan pernah ragu, kaum Betawi sepenuhnya mendukung upaya memajukan kampung kami, Jakarta, yang sebentar lagi berusia 500 tahun,” kata Fauzi.
Ia juga menyebut bahwa Jakarta menghadapi berbagai tantangan yang perlu diselesaikan bersama, termasuk dalam menjaga identitas budaya di tengah modernisasi.
Dalam sambutannya, Pramono Anung mengungkapkan rasa terima kasih atas penganugerahan gelar “Abang”, yang juga merupakan panggilan akrabnya saat kecil.
“Saya tidak asing dengan panggilan Anung. Semoga nama ini membawa berkah bagi kepemimpinan saya bersama Bang Doel dalam membangun Jakarta,” ujarnya.
Ia pun berkomitmen untuk memperkuat identitas Betawi dalam berbagai aspek kehidupan di Jakarta. Salah satu langkah konkritnya adalah menjadikan makanan khas Betawi sebagai bagian dari standar kuliner di hotel-hotel di Jakarta.
“Budaya Betawi harus menjadi simbol utama Jakarta. Kita akan atur agar makanan khas Betawi menjadi jajanan utama di hotel-hotel ibu kota,” pungkasnya. (Nal)
