Senin, April 20, 2026

Vice President Corporate Communication KAI, Ane Purba saat kunjungan kerja di Daop 3 Cirebon. Foto: Kris
Ekonomi dan BisnisDaerah

KAI Daop 3 Cirebon Siapkan 121 Ribu Kursi dan Program Motis untuk Mudahkan Perjalanan Nataru

INAPOS, KOTA CIREBON.- PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali memperkuat kesiapan layanan menghadapi Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Masa angkutan ditetapkan selama 18 hari, mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan serangkaian peningkatan kapasitas, fasilitas, hingga pengamanan.

Vice President Corporate Communication KAI, Ane Purba, menjelaskan bahwa KAI Daop 3 Cirebon menyiapkan kapasitas angkut hingga 121.639 pelanggan, atau meningkat 1.406 pelanggan dibandingkan masa Nataru tahun sebelumnya.

“Lonjakan mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun selalu kami antisipasi. KAI berkomitmen memberikan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, baik melalui penambahan kapasitas maupun optimalisasi layanan,” ujar Ane.

Selama masa posko, KAI Daop 3 Cirebon mengoperasikan 154 perjalanan kereta api setiap hari, termasuk 32 perjalanan KA tambahan yang dialokasikan untuk mengakomodasi tingginya permintaan masyarakat.

Dalam rangka mendukung program pemerintah, KAI kembali menghadirkan program Angkutan Motor Gratis (Motis) bekerja sama dengan DJKA Kemenhub. Program ini menyediakan kapasitas hingga 5.568 unit motor dan 12.720 penumpang.

Masa angkutan Motis berlangsung pada 23–30 Desember 2025 dan 2–5 Januari 2026, dengan pendaftaran dibuka 1 Desember 2025–4 Januari 2026. Layanan Motis tersedia di Stasiun Cirebon Prujakan.

Program Motis terbagi menjadi dua lintas, pertama, Lintas Utara: Jakarta Gudang – Cirebon Prujakan – Tegal – Pekalongan – Semarang Tawang PP.

Kedua, Lintas Tengah: Jakarta Gudang – Cirebon Prujakan – Purwokerto – Kebumen – Kutoarjo – Lempuyangan – Purwosari.

Ane menambahkan, KAI juga memberikan diskon 30 persen untuk pembelian tiket selama masa libur Nataru, berlaku bagi perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon.

 

Untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan, berbagai langkah dilakukan KAI, termasuk Ramp check bersama DJKA, Inspeksi Standar Pelayanan Minimum (SPM), Inspeksi bersama KAIS dengan DJKA dan KNKT (2–4 Desember 2025) dan Pengoperasian posko terpadu (18 Desember 2025–4 Januari 2026).

Dari sisi sarana, Daop 3 Cirebon menyiapkan 10 lokomotif CC 206, 4 lokomotif CC 201, 72 kereta penumpang (27 eksekutif, 1 bisnis, 27 ekonomi, 9 kereta makan, 7 pembangkit, 1 bagasi), Penambahan petugas layanan serta keamanan dan Penambahan loket box di 7 stasiun wilayah Daop 3.

Sejumlah pekerjaan prasarana juga diselesaikan sebelum puncak angkutan, seperti penggantian rel, wesel, bantalan sintetis ramah lingkungan, serta pembatasan kecepatan di titik yang terdampak penurunan elevasi jalur.

“Pemeliharaan ini sangat penting untuk menjamin keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan kereta api,” jelas Ane.

 

KAI juga menghadirkan sejumlah inovasi dan fasilitas ramah lingkungan, di antaranya Drinking water station di Stasiun Cirebon, Cirebon Prujakan, dan Jatibarang. Face Recognition Boarding Gate untuk proses boarding cepat tanpa kertas dan Sistem pemesanan tiket online yang tersedia hingga 30 menit sebelum keberangkatan.

Ane menegaskan bahwa kereta api merupakan moda transportasi ramah lingkungan yang membantu mengurangi emisi karbon.

“Dengan kesiapan sarana, prasarana, petugas, hingga layanan digital yang semakin modern, KAI berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan terbaik selama Nataru 2025/2026,” pungkasnya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

51 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *