Kamdal Samsat Sumber Kawal Ketat Antrian, Tekan Praktik Joki dan Tingkatkan Kenyamanan Wajib Pajak
Cirebon – Guna meningkatkan kenyamanan dan ketertiban dalam pelayanan, Tim Keamanan Dalam (Kamdal) Samsat Sumber, Kabupaten Cirebon, terus melakukan pemantauan intensif terhadap pembagian nomor antrian bagi para wajib pajak. Langkah ini menjadi bagian dari upaya sosialisasi kepada masyarakat agar lebih tertib dan disiplin dalam mengikuti proses administrasi pajak kendaraan.
Monitoring yang dilakukan setiap hari ini bukan sekadar pengawasan biasa. Kamdal Samsat Sumber turut memastikan tidak ada praktik percaloan atau joki yang kerap merugikan masyarakat. Dengan pengawasan yang ketat, antrean kini menjadi lebih teratur dan transparan, sehingga wajib pajak bisa mendapatkan pelayanan secara adil tanpa tekanan dari pihak luar.
“Kami terus melakukan pemantauan sejak pagi untuk memastikan semua berjalan tertib. Jika ada indikasi joki, langsung kami tindak. Tujuan kami adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” ujar Doni Nugraha, anggota Tim Kamdal Samsat Sumber, saat ditemui di lokasi pelayanan. Jum’at (9/5/2025)
Doni menambahkan, setiap harinya antusiasme masyarakat Cirebon untuk membayar pajak kendaraan semakin tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah pengunjung yang terus meningkat. Untuk mengakomodasi kebutuhan itu, pihak Samsat menetapkan kuota harian sebanyak 300 nomor antrian, dan dalam kondisi tertentu bisa ditambah hingga 350. Sementara untuk akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, kuota dibatasi hingga 150 antrian.
Menariknya, pelayanan di Samsat Sumber tetap dibuka hingga hari Minggu, sebuah kebijakan yang cukup langka dibandingkan kantor pelayanan lain. Dengan jam layanan yang lebih panjang ini, masyarakat yang memiliki kesibukan di hari kerja tetap bisa melakukan kewajiban pajaknya di akhir pekan.
Namun, kebijakan tersebut tentu menuntut kerja ekstra dari Tim Kamdal. Mereka harus terus siaga mengatur alur antrean, memantau kondisi lingkungan, serta merespons cepat apabila terjadi kerumunan atau potensi gangguan keamanan. Meski demikian, hal itu tidak mengendurkan semangat mereka untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Ini sudah jadi komitmen kami untuk menciptakan suasana yang tertib dan nyaman. Masyarakat sekarang sudah mulai paham pentingnya antri sesuai prosedur, dan itu kemajuan yang patut kita syukuri,” lanjut Doni.
Penerapan sistem antrian yang ketat dan pengawasan rutin dari Kamdal ternyata membawa dampak positif. Wajib pajak merasa lebih dihargai karena mendapat layanan yang setara, tanpa harus berebut atau menggunakan jasa joki. Selain itu, transparansi juga semakin terasa, karena semua proses dilakukan secara terbuka dan berdasarkan nomor antrian resmi.
