Kang Hero Dukung Gagasan Gubernur KDM: Anak Nakal Perlu Dididik di Barak Militer demi Generasi Emas 2045
INAPOS, KOTA CIREBON.- Rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akan mengirim anak-anak ‘nakal’ ke institusi TNI dan Polri untuk dididik dengan pendekatan militer menuai dukungan dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari Anggota DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, H. Herman Khaeron.
Dalam pernyataannya di sela kunjungan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Sabtu (3/5/2025), Kang Hero sapaan akrabnya mengapresiasi langkah Gubernur Dedi yang dinilai solutif untuk membentuk karakter generasi muda yang kini dinilai mulai kehilangan arah.
“Langkah Kang Dedi itu bisa menjadi solusi dalam memperbaiki karakter generasi muda. Cara pendidikan dulu dan sekarang memang berbeda. Dulu anak-anak lebih disiplin, sekarang guru menegur saja bisa dilaporkan ke polisi,” ujar Kang Hero.
Ia menyebut bahwa fenomena anak-anak yang melawan guru, tawuran, hingga terjerumus pergaulan buruk menjadi sinyal darurat akan perlunya pendekatan baru dalam pembinaan karakter.
Menurutnya, barak militer dapat menjadi tempat yang tepat untuk membentuk kedisiplinan dan nasionalisme anak-anak.
“Banyak anak yang sebenarnya punya potensi besar, hanya salah pergaulan. Mereka masih muda, masih bisa diluruskan. Dengan didikan yang menepa mental seperti di barak, mereka bisa kembali pada harapan bangsa,” tegasnya.
Politisi asal Cirebon itu menekankan bahwa generasi muda saat ini harus dipersiapkan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, bangsa tidak akan bisa maju jika generasinya lemah secara karakter.
“Generasi kita harus jadi solusi, bukan masalah. Mereka harus siap menyongsong Indonesia Emas bukan jadi generasi geng motor, tawuran, atau yang hanya bermalas-malasan,” ungkapnya.
Kang Hero juga menekankan pentingnya bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan optimal untuk mencetak SDM unggul.
“Bonus demografi harus jadi berkah, bukan bencana. Kita butuh strategi seperti ini untuk menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Soal teknis pelaksanaan program, Kang Hero menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Ia menilai, selama tujuannya baik dan selaras dengan misi pembangunan, maka kebijakan itu patut didukung.
“Pendidikan militer terbukti menanamkan kedisiplinan dan nasionalisme. Saya kira ini langkah yang tepat dan saya sangat mendukung,” pungkasnya.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi Inapos
