Kamis, April 16, 2026

Inspektur Jenderal Kemenag Khairunnas. Ist
NasionalPemerintah

Kemenag Tegaskan Komitmen Layanan Haji: 99 Ribu Jemaah Sudah Tiba, Pengawasan Diperkuat hingga Arab Saudi

INAPOS, JAKARTA.- Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat layanan ibadah haji bagi jemaah Indonesia dengan melakukan pengawasan menyeluruh dari tahap persiapan di Tanah Air hingga pelaksanaan di Arab Saudi.

Hingga Jumat (16/5/25) pagi, sebanyak 99.354 jemaah haji reguler telah tiba di Arab Saudi, atau sekitar 48,57 persen dari total kuota haji reguler tahun ini.

“Pengawasan ini untuk memastikan jemaah tersenyum di awal, tengah, dan akhir ibadah haji. Itu arahan Menteri Agama yang kami pegang,” ungkap Inspektur Jenderal Kemenag, Khairunnas, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.

Embarkasi dalam Pantauan, Layanan Dinilai Baik

Sebanyak 14 tim dari Inspektorat Jenderal telah diterjunkan ke seluruh embarkasi di Indonesia untuk mengawasi kesiapan layanan sejak masa pra-operasional. Fokus utama pengawasan meliputi kesiapan asrama haji serta upaya mitigasi terhadap berbagai potensi risiko layanan.

Menurut Khairunnas, hasil pengawasan menunjukkan bahwa seluruh layanan berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). “Beberapa kendala teknis seperti AC, jalur kursi roda, dan pasokan air telah ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Survei kepuasan jemaah per 16 Mei mencatat skor 83,04 dengan kategori baik. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas layanan yang signifikan hasil kerja sama antara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan tim pengawas.

Respon Cepat terhadap Masalah Teknis di Arab Saudi

Di Tanah Suci, pengawasan telah dilakukan sejak kedatangan kloter pertama pada 2 Mei. Program Mecca Route dinilai sangat membantu karena mempercepat proses imigrasi. Namun demikian, beberapa kendala masih ditemukan, seperti keterlambatan distribusi koper dan pemisahan sementara antaranggota kloter.

“Tim langsung mengatur ulang akomodasi agar suami-istri tetap bisa tinggal satu hotel dan lansia mendapat pendampingan,” jelas Khairunnas.

Masukan Jemaah Jadi Dasar Evaluasi Layanan

Kemenag juga aktif menampung masukan dari para jemaah, khususnya terkait menu makanan. “Ada keluhan soal tekstur nasi, rasa pedas, dan menu yang kurang sesuai bagi lansia. Kami langsung meminta pihak katering melakukan penyesuaian,” imbuhnya.

Selain itu, kendala dalam distribusi Kartu Nusuk turut mendapat perhatian. Meski belum semua jemaah menerima kartu tersebut, pihak Syarikah telah menyediakan tanda pengenal sementara serta layanan pendampingan menuju Masjidil Haram.

Integritas Petugas Haji Jadi Pilar Layanan

Khairunnas menegaskan pentingnya integritas para petugas haji dalam memberikan pelayanan. “Niat tulus, disiplin, dan kekompakan adalah kunci pelayanan. Petugas harus bekerja dengan semangat ibadah, bukan sekadar menjalankan tugas,” tegasnya.

Reporter: Zaenal

Editor: Redaksi Inapos 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *