Beranda Ragam Kilang Pertamina Balongan Siapkan Change Over SPM, Target Rampung 12 Hari dengan...

Kilang Pertamina Balongan Siapkan Change Over SPM, Target Rampung 12 Hari dengan Zero Fatality

0
17
Kilang Pertamina Balongan bersiap melaksanakan pekerjaan Change Over Single Point Mooring (SPM) 12,5 meter dengan SPM berkapasitas 165.000 DWT di tengah laut. Ist

INAPOS, INDRAMAYU – Kilang Pertamina Balongan bersiap melaksanakan pekerjaan Change Over Single Point Mooring (SPM) 12,5 meter dengan SPM berkapasitas 165.000 DWT di tengah laut. Pekerjaan berisiko tinggi ini dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 dengan target penyelesaian selama 12 hari dan mengutamakan keselamatan kerja atau zero fatality.

Pekerjaan tersebut mencakup sejumlah aktivitas teknis, mulai dari disconnecting dan connecting sistem penambatan rantai jangkar, pembongkaran dan pemasangan kembali subsea hose atau floating hose, hingga pengujian kebocoran dan commissioning.

Untuk memastikan seluruh persiapan dan prosedur berjalan sesuai ketentuan, jajaran Tim Manajemen Kilang Pertamina Balongan menggelar apel keselamatan (Safety Talk) bersama kontraktor pelaksana, yakni PT Pertamina Marine Engineering dan PT Kharisma Sinar Utama, pada 9 Oktober 2026 di Area Jetty Propylene.

Dalam kegiatan tersebut, Group Head of Operation and Manufacturing (GHOM) Kilang Balongan menegaskan bahwa Single Point Mooring (SPM) merupakan salah satu fasilitas vital dalam rantai pasok energi di Kilang RU Balongan.

Menurutnya, keandalan fasilitas lepas pantai (offshore) tersebut sangat menentukan kelancaran penerimaan minyak mentah (crude oil) dari kapal tanker serta mendukung penyaluran energi nasional.

GHOM mengingatkan bahwa pekerjaan di tengah laut memiliki tingkat risiko tinggi, mulai dari kondisi pencahayaan, gelombang laut, pergerakan alat berat, hingga aktivitas penyelaman bawah air. Karena itu, seluruh pekerja dan mitra kerja diminta mematuhi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara disiplin.

“Pekerjaan di lepas pantai tingkat risikonya tinggi, mulai dari cahaya, gelombang air laut, pergerakan alat berat, hingga penyelaman bawah air. Saya tegaskan agar aspek HSSE wajib dipatuhi demi kesehatan dan keselamatan kerja tetap terjaga,” tegas GHOM pada Minggu 11 Oktober 2026.

Sementara itu, Executive General Manager (EGM) Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional perusahaan.

Ia meminta seluruh pekerja dan kontraktor menerapkan elemen HSSE di lingkungan kerja serta memahami dan menjalankan program Stop Work Authority (SWA) secara konsisten.

“Implementasikan elemen HSSE di lingkungan kerja, pahami dan jalankan secara konsisten program Stop Work Authority (SWA),” ujar Yulianto.

Ia menjelaskan, SWA merupakan kewenangan setiap pekerja maupun mitra kerja atau kontraktor untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi atau tindakan tidak aman yang berpotensi menimbulkan kerugian terhadap manusia, lingkungan, aset, maupun operasional perusahaan.

Yulianto menekankan bahwa kewenangan menghentikan pekerjaan harus digunakan tanpa keraguan apabila terdapat potensi bahaya atau pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai prosedur.

“Kita semua sama, jika melihat kondisi tidak aman atau tidak sesuai prosedur, hentikan pekerjaan. Alat rusak bisa diganti, tapi jika nyawa melayang tidak akan bisa terganti,” ungkapnya.

Tiga Komitmen Keselamatan Pekerjaan SPM

Sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga keselamatan, apel Safety Talk persiapan Change Over SPM 12,5 meter dengan SPM 165.000 DWT juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama.

Terdapat tiga poin utama yang disepakati, yaitu mematuhi dan menerapkan kebijakan HSSE, menyukseskan pekerjaan sesuai target zero fatality, on quality, on schedule, dan on budget, serta menjaga kondusivitas lingkungan kerja.

Melalui komitmen tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat menjalankan pekerjaan sesuai standar keselamatan, menjaga kualitas hasil pekerjaan, serta menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai anggaran.

Sebagai informasi, Single Point Mooring merupakan fasilitas apung di tengah laut yang berfungsi sebagai titik tambat kapal tanker untuk menyalurkan minyak mentah menuju kilang pengolahan.

Keandalan fasilitas ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional Kilang Pertamina Balongan sekaligus menjaga keberlangsungan pasokan energi nasional.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini