
INAPOS, CIREBON – PT Guna Bangun Jaya Cirebon menggelar Lemkra Training Center (LTC), program pelatihan gratis bagi kontraktor dan tukang untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas pekerjaan di sektor konstruksi. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, ini juga menekankan pentingnya kejujuran, ketelitian, tanggung jawab, dan perencanaan sebelum bekerja.
Program pembinaan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menyiapkan tenaga kerja konstruksi yang terampil dan berintegritas. Kegiatan ini telah dijalankan sejak tiga tahun pertama berdirinya PT Guna Bangun Jaya dan terus dikembangkan hingga sekarang.
Direktur PT Guna Bangun Jaya, Gunawan Cahyadi, mengatakan peningkatan kemampuan tenaga kerja tidak cukup hanya melalui penguasaan teknik. Pembentukan karakter juga menjadi faktor penting untuk menghasilkan pekerjaan berkualitas sekaligus membangun kepercayaan pelanggan.
“Dalam bekerja, kita tidak hanya membutuhkan keterampilan, tetapi juga karakter yang baik. Kebenaran, kejujuran, dan ketulusan harus menjadi prinsip utama. Dengan begitu, pekerjaan yang dihasilkan bisa berkualitas dan memberikan manfaat jangka panjang,” kata Gunawan, Jumat (9/10/2026).
Salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut adalah teknik waterproofing, yakni metode pelapisan kedap air untuk melindungi bangunan dari rembesan dan kebocoran. Materi ini membutuhkan pemahaman mengenai tahapan pengerjaan, pemilihan metode yang tepat, serta ketelitian dalam pelaksanaannya.
Menurut Gunawan, penguasaan teknik konstruksi secara benar dapat membuka peluang bagi pekerja untuk meningkatkan nilai profesional dan pendapatan. Kualitas hasil pekerjaan yang terjaga, ditambah garansi yang dapat dipertanggungjawabkan, juga dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan.
“Tenaga kerja yang menguasai teknik waterproofing dengan baik memiliki peluang mendapatkan penghasilan lebih baik. Kualitas pekerjaan dan keberanian memberikan garansi, misalnya lima tahun, juga bisa meningkatkan kepercayaan pelanggan,” ungkapnya.
Pelatihan kali ini diikuti 32 peserta dari berbagai latar belakang. Di antaranya sembilan peserta dari Universitas Cirebon, kalangan kontraktor, serta staf perusahaan yang berasal dari Jakarta, Bekasi, dan Kuningan.
Gunawan menyampaikan, pelatihan tersebut direncanakan menjadi agenda rutin setiap bulan. Program ini juga terbuka bagi masyarakat Cirebon yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang konstruksi tanpa dipungut biaya.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan para pekerja untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan bersaing di tengah kebutuhan industri konstruksi yang terus berkembang.
Selain keterampilan teknis, Gunawan mengingatkan pentingnya perencanaan yang matang sebelum pekerjaan dimulai. Menurutnya, pemahaman terhadap tahapan kerja dapat membantu meminimalkan risiko kesalahan dan memastikan pekerjaan berjalan lebih efektif.
“Intinya adalah berpikir dulu, merencanakan dulu, baru bekerja. Jangan bekerja dulu, baru berpikir,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, yang hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, mengapresiasi konsistensi Lemkra dalam menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga kerja dan mitra usaha.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi dunia usaha dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil, profesional, dan siap memenuhi kebutuhan industri.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Lemkra. Perusahaan tidak hanya bergerak di bidang usaha, tetapi juga berinovasi dalam pengembangan sumber daya manusia,” ujar Effendi Edo.
Ia menilai, peningkatan kualitas SDM membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Perusahaan tidak hanya memiliki peran dalam menjalankan kegiatan bisnis, tetapi juga dapat berkontribusi melalui pengembangan kompetensi masyarakat.
Effendi Edo menambahkan, pelatihan berkelanjutan penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Selain kemampuan teknis, pekerja juga perlu memiliki ketelitian, kedisiplinan, dan sikap profesional agar mampu menghasilkan pekerjaan yang berkualitas.
Ia berharap program pelatihan tersebut terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk warga Kota Cirebon yang ingin meningkatkan keterampilan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.
Wali Kota juga mengapresiasi perjalanan Lemkra yang telah berusia 30 tahun. Menurutnya, penghargaan yang diterima perusahaan dari Jerman menjadi salah satu hal yang patut diapresiasi dalam perjalanan usaha tersebut.
Melalui pelatihan gratis yang direncanakan berlangsung rutin, PT Guna Bangun Jaya berharap dapat berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja konstruksi yang terampil, berintegritas, dan bertanggung jawab terhadap kualitas pekerjaannya.
Program ini sekaligus mendorong para kontraktor dan tukang menjadikan profesionalisme, ketelitian, kejujuran, serta perencanaan yang matang sebagai landasan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap jasa konstruksi.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi







