Jumat, April 17, 2026

Kunjungan kerja Komisi XI DPR RI ke OJK Cirebon. Foto: Kris
Ekonomi dan BisnisDaerah

Komisi XI DPR RI Kunjungi OJK Cirebon: Perkuat Sinergi Stabilitas Keuangan dan Akses Pasar Modal di Jawa Barat

INAPOS, KOTA CIREBON.- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menerima kunjungan kerja spesifik dari Komisi XI DPR RI dalam rangka memperkuat koordinasi, evaluasi, dan sinergi kebijakan terkait stabilitas sektor jasa keuangan serta pelindungan konsumen di wilayah Jawa Barat, khususnya kawasan Cirebon Raya yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan pada Sabtu (29/11/25).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal, didampingi 17 anggota Komisi XI. Hadir pula Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman, serta Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib.

Dalam sambutannya, Inarno Djajadi menegaskan komitmen OJK dalam memperkuat peran pasar modal sebagai pilar pendanaan jangka panjang bagi pembangunan nasional.

Ia menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat positif sepanjang 2025.

Per 24 November 2025, IHSG berada pada level 8.570,25 dan telah mencatat 20 kali all time high sepanjang tahun, sementara kapitalisasi pasar tumbuh 26,96% (ytd) dari Rp12.336 triliun menjadi Rp15.662 triliun.

Dari sisi partisipasi masyarakat, jumlah Single Investor Identification (SID) juga meningkat signifikan. Per September 2025, tercatat 4,65 juta investor baru, sehingga totalnya mencapai 19,52 juta SID.

“Capaian ini menegaskan bahwa pasar modal semakin dipercaya masyarakat dan menjadi sumber pendanaan produktif yang kuat bagi pembangunan nasional, termasuk proyek strategis daerah,” ujar Inarno.

Ia menambahkan bahwa OJK akan terus menjaga integritas pasar, meningkatkan literasi, serta memperluas akses masyarakat terhadap instrumen pasar modal.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian OJK, terutama dalam penguatan pasar keuangan dan peningkatan jumlah investor.

“Kami mendorong OJK untuk terus memperluas akses pasar modal bagi masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Barat, termasuk Cirebon Raya. Sinergi DPR dan OJK harus terus diperkuat agar kebijakan yang dihasilkan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah,” tegas Hekal.

Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman melaporkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan investor di Jawa Barat menunjukkan tren positif. Tahun 2023: 2,69 juta SID, Tahun 2024: 2,93 juta SID (tumbuh 8,44% yoy) dan Tahun 2025: 3,63 juta SID (tumbuh 24,10% ytd)

Selain itu, terdapat 4 emiten baru sepanjang 2025, salah satunya berasal dari Cirebon.

Percepatan ini didukung oleh masifnya kegiatan edukasi keuangan yang dilakukan OJK Jawa Barat. Sepanjang 1 Januari hingga 27 November 2025, tercatat 11.225 kegiatan edukasi, meningkat drastis 2.123% dari hanya 505 kegiatan di 2024. Jumlah pesertanya pun melonjak dari 161.925 orang menjadi 2.231.608 peserta atau meningkat 1.284%.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan, khususnya di bidang pasar modal. OJK Cirebon juga mengoptimalkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam meningkatkan jumlah investor, emiten, dan penerbit Securities Crowdfunding (SCF).

“Pada 2026, kami menyiapkan business matching dan workshop untuk mengenalkan instrumen pasar modal sebagai alternatif pembiayaan, tidak hanya bagi pelaku usaha tetapi juga pemerintah daerah melalui obligasi atau sukuk daerah,” jelas Agus.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi kepada pekerja migran yang memiliki potensi ekonomi besar namun rentan terhadap penipuan investasi dan kejahatan keuangan.

Kunjungan kerja Komisi XI DPR RI ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara regulator dan legislatif dalam membangun stabilitas sistem keuangan dan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.

OJK menyambut berbagai masukan dari Komisi XI dan berkomitmen mengoptimalkan kolaborasi demi memperkuat ekosistem jasa keuangan, khususnya di wilayah Cirebon Raya.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

56 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *