INAPOS, KOTA CIREBON.- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon terus memperkuat komitmennya menghadirkan layanan transportasi yang nyaman sekaligus ramah lingkungan.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyediakan Water Station di sejumlah stasiun wilayah Daop 3 Cirebon. Fasilitas pengisian air minum gratis tersebut tersedia di Stasiun Cirebon, Stasiun Cirebon Prujakan, dan Stasiun Jatibarang.
Kehadiran Water Station memungkinkan pelanggan kereta api mengisi ulang air minum secara gratis. Fasilitas ini sekaligus menjadi bagian dari upaya KAI mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, penyediaan Water Station merupakan salah satu bentuk penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya dalam aspek lingkungan melalui pengurangan sampah plastik.
“Penyediaan Water Station merupakan bentuk nyata komitmen KAI Daop 3 Cirebon dalam menerapkan prinsip ESG, khususnya dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kami mengajak para pelanggan untuk membiasakan diri membawa tumbler saat bepergian dengan kereta api sehingga dapat mengisi ulang air minum secara gratis di stasiun,” ujar Muhibbuddin, Senin (31/8/2026).
Menurut Muhibbuddin, fasilitas tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi pelanggan, tetapi juga diharapkan mampu mendorong perubahan kebiasaan dalam mengurangi penggunaan wadah plastik sekali pakai.
Dengan adanya Water Station, pelanggan tidak perlu khawatir kehabisan air minum selama berada di stasiun maupun ketika melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
Water Station yang tersedia di tiga stasiun tersebut menyediakan beberapa pilihan air sesuai kebutuhan pelanggan, yakni air panas, air suhu normal, dan air dingin.
Pelanggan dapat mengisi ulang air minum sesuai dengan kebutuhan dan preferensi sebelum melanjutkan perjalanan.
Dari sisi kualitas, Water Station dilengkapi water purifier yang terhubung dengan sumber air perpipaan maupun air tanah yang telah melalui proses pengolahan.
Sistem tersebut memungkinkan KAI menyediakan air minum bagi pelanggan tanpa ketergantungan terhadap penggunaan galon isi ulang.
Sebelum dapat dikonsumsi, air melewati proses filtrasi berlapis untuk memastikan kualitas dan kebersihannya. Water Station yang disediakan KAI juga telah melalui prasyarat kesehatan yang ketat.
Air yang tersedia telah dianalisis melalui Water Quality Laboratory (WQL) untuk memastikan kualitasnya memenuhi parameter air minum dan aman dikonsumsi pelanggan.
Dalam penyediaan fasilitas tersebut, KAI juga menggandeng sejumlah pihak yang memiliki kompetensi di bidang pengolahan dan pengujian kualitas air, di antaranya Coway International Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kolaborasi tersebut mendukung penyediaan layanan drinking water station yang telah melalui berbagai tahapan pengujian, termasuk pemeriksaan kualitas air.
“Water Station ini bukan sekadar fasilitas untuk mengisi air minum. Di dalamnya terdapat sistem pengolahan dan filtrasi berlapis serta proses pengujian kualitas air yang dilakukan secara terukur. Kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan ketika memanfaatkan fasilitas ini,” kata Muhibbuddin.
Untuk memastikan keamanan air yang tersedia, Water Station telah melalui rangkaian pengujian laboratorium dengan berbagai parameter.
Pengujian tersebut mencakup aspek mikrobiologi, kimia anorganik, fisik, dan kimiawi. Hasil pemeriksaan menjadi bagian dari upaya memastikan air yang disediakan memenuhi persyaratan kualitas air minum dan aman dikonsumsi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, sistem water purifier juga berfungsi membantu menjaga kualitas air dari potensi kontaminasi zat berbahaya, termasuk mikroplastik dan Bisphenol A (BPA) yang dapat berkaitan dengan penggunaan wadah plastik tertentu.
Penyediaan Water Station menjadi bagian dari langkah KAI Daop 3 Cirebon dalam membangun ekosistem perjalanan yang lebih berkelanjutan.
Melalui kebiasaan membawa tumbler dan memanfaatkan fasilitas isi ulang air minum, pelanggan dapat mengurangi ketergantungan terhadap air minum dalam kemasan sekali pakai.
Langkah tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
KAI berupaya mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam layanan perjalanan kereta api melalui berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan langsung oleh pelanggan.
Muhibbuddin menambahkan, perubahan sederhana dari kebiasaan pelanggan dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama.
“Kami berharap keberadaan Water Station ini dapat mendorong semakin banyak pelanggan untuk membawa tumbler dari rumah. Satu tumbler yang digunakan berulang kali mungkin terlihat sebagai langkah sederhana, tetapi jika dilakukan oleh jutaan pelanggan kereta api, tentu kontribusinya terhadap pengurangan sampah plastik akan menjadi jauh lebih besar,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan Water Station merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan perjalanan kereta api yang lebih sehat, nyaman, sekaligus ramah lingkungan.
“Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan perjalanan yang lebih sehat, nyaman, dan ramah lingkungan bagi generasi mendatang,” pungkas Muhibbuddin.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi








