INAPOS, SUBANG – Stasiun Pegaden Baru di Kabupaten Subang, Jawa Barat, memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan menghubungkan wilayah Subang dengan berbagai kota di Pulau Jawa. Selain menjadi titik naik dan turun penumpang, stasiun ini juga menyimpan jejak sejarah perkembangan transportasi dan aktivitas ekonomi setempat.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mencatat, selama periode Januari hingga Oktober 2026, Stasiun Pegaden Baru telah melayani 105.172 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri atas 52.668 pelanggan berangkat dan 52.504 pelanggan tiba.
Capaian tersebut menunjukkan peran Stasiun Pegaden Baru dalam menunjang perjalanan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, bisnis, wisata, hingga perjalanan keluarga.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan Stasiun Pegaden Baru menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat Kabupaten Subang untuk menjangkau berbagai pusat kegiatan di Pulau Jawa.
“Stasiun Pegaden Baru menjadi salah satu pintu mobilitas masyarakat Subang untuk menjangkau berbagai daerah. Di balik angka pelanggan yang kami layani, terdapat beragam kebutuhan dan tujuan perjalanan masyarakat. Karena itu, kehadiran layanan kereta api memiliki arti penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi, pendidikan, dan sosial,” ujar Muhibbuddin pada Kamis 22 Oktober 2026.
Berdasarkan data KAI Daop 3 Cirebon, Stasiun Pasarsenen di Jakarta menjadi tujuan keberangkatan terbanyak dari Stasiun Pegaden Baru selama Januari hingga Oktober 2026, dengan jumlah 9.914 pelanggan.
Posisi berikutnya ditempati Stasiun Yogyakarta dengan 4.726 pelanggan, Stasiun Bekasi sebanyak 3.837 pelanggan, dan Stasiun Lempuyangan sebanyak 3.235 pelanggan.
Selain itu, tercatat 2.759 pelanggan menuju Stasiun Surabaya Pasarturi, 2.517 pelanggan ke Stasiun Jatinegara, 2.248 pelanggan ke Stasiun Gambir, serta 2.088 pelanggan ke Stasiun Semarang Tawang.
Adapun tujuan lainnya meliputi Stasiun Cirebon Prujakan dengan 1.984 pelanggan dan Stasiun Purwokerto sebanyak 1.777 pelanggan.
Data tersebut menunjukkan bahwa perjalanan dari Pegaden Baru menjangkau berbagai pusat kegiatan di Pulau Jawa. Jakarta dan wilayah penyangganya menjadi tujuan utama, sementara Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya turut menjadi bagian dari jaringan mobilitas masyarakat Subang.
Menurut Muhibbuddin, kereta api menawarkan alternatif transportasi antarkota dengan jadwal perjalanan terencana serta mengutamakan aspek keselamatan.
“Pilihan tujuan perjalanan pelanggan menunjukkan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat sangat beragam. KAI berkomitmen untuk terus menjaga keselamatan dan meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga kereta api dapat menjadi pilihan transportasi yang andal bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitasnya,” tambahnya.
Di balik fungsinya sebagai stasiun penumpang, Stasiun Pegaden Baru juga memiliki catatan sejarah yang berkaitan dengan aktivitas logistik dan industri lokal.
Pada masa lalu, stasiun ini memiliki jalur akses khusus menuju Gudang Pupuk Sriwidjaja yang berada di sebelah utara stasiun. Berdasarkan informasi tata letak perkeretaapian yang tersedia, jalur tersebut kini berstatus nonaktif dan tidak digunakan untuk operasional reguler.
Keberadaan jalur khusus itu menjadi bagian dari rekam jejak pemanfaatan infrastruktur kereta api untuk mendukung distribusi barang dan kegiatan industri. Hal tersebut menggambarkan bahwa peran perkeretaapian di Pegaden Baru pada masa lalu tidak hanya berkaitan dengan mobilitas penumpang, tetapi juga kebutuhan logistik.
Seiring perkembangan waktu, pelayanan penumpang menjadi salah satu fungsi penting Stasiun Pegaden Baru dalam menunjang konektivitas Kabupaten Subang. Keberadaan stasiun memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat untuk menjangkau kota-kota lain tanpa harus memulai perjalanan dari pusat kota yang lebih jauh.
“Stasiun Pegaden Baru memiliki cerita panjang dalam perjalanan masyarakat Subang. Dahulu, keberadaan jalur kereta juga berkaitan dengan aktivitas logistik, sedangkan saat ini layanan penumpang menjadi salah satu peran pentingnya dalam mendukung mobilitas masyarakat. Bagi KAI, stasiun bukan hanya infrastruktur transportasi, melainkan bagian dari perjalanan hidup masyarakat dan perkembangan wilayah yang harus terus dijaga manfaatnya,” tutur Muhibbuddin.
Untuk mendukung perjalanan yang aman dan nyaman, KAI Daop 3 Cirebon mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik, membeli tiket melalui kanal resmi KAI, serta mematuhi ketentuan keselamatan selama berada di stasiun maupun di dalam kereta api.
KAI juga menyatakan terus berupaya menjaga keandalan operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan agar perjalanan pelanggan berlangsung aman, nyaman, dan lancar.
“Harapan kami, Stasiun Pegaden Baru dapat terus menjadi bagian penting dari konektivitas masyarakat Kabupaten Subang. KAI akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar kereta api semakin dirasakan manfaatnya, tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai penghubung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” pungkas Muhibbuddin.
Reporter: Sita
Editor: Redaksi








