Beranda Pemerintah Lima Tahun Berstatus RS Tipe B Tanpa Hydrant Optimal, RSUD Waled Akhirnya...

Lima Tahun Berstatus RS Tipe B Tanpa Hydrant Optimal, RSUD Waled Akhirnya Dapat Anggaran Rp1,6 Miliar

0
25
Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana

Lima Tahun Berstatus RS Tipe B Tanpa Hydrant Optimal, RSUD Waled Akhirnya Dapat Anggaran Rp1,6 Miliar

INAPOS. CIREBON – Setelah lebih dari lima tahun beroperasi sebagai rumah sakit rujukan Tipe B dengan sistem proteksi kebakaran yang belum optimal, RSUD Waled Kabupaten Cirebon akhirnya akan memiliki jaringan fire hydrant. Pemerintah Kabupaten Cirebon mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,6 miliar pada tahun 2026 untuk membangun jaringan hydrant yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak demi meningkatkan keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan pengunjung rumah sakit.

Selama ini, sistem pengamanan kebakaran di RSUD Waled masih mengandalkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersebar di berbagai ruangan. Padahal, instalasi utama hydrant sebenarnya telah tersedia, namun belum dapat difungsikan karena jaringan pipa menuju setiap ruangan belum pernah dibangun.

Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana, menyambut baik realisasi anggaran tersebut. Menurutnya, pembangunan sistem hydrant merupakan langkah penting untuk memperkuat standar keselamatan di lingkungan rumah sakit.

“Ini merupakan kebutuhan yang sudah lama kami nantikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon yang telah memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan di RSUD Waled. Kehadiran sistem hydrant akan memberikan perlindungan yang lebih maksimal bagi pasien, tenaga kesehatan, maupun masyarakat yang datang ke rumah sakit,” kata Deni, Minggu (5/7/2026).

Ia menjelaskan, bangunan instalasi utama hydrant sebenarnya sudah tersedia sejak beberapa tahun lalu. Namun, fasilitas tersebut belum bisa dimanfaatkan karena jaringan pipa distribusi ke seluruh ruangan belum pernah dibangun.

“Bangunan instalasinya sudah ada. Yang belum adalah jaringan pipa menuju setiap ruangan. Alhamdulillah tahun ini sudah dianggarkan dan prosesnya akan segera memasuki tahap lelang,” ujarnya.

Deni mengaku belum mengetahui secara rinci alasan proyek tersebut belum direalisasikan pada tahun-tahun sebelumnya karena dirinya belum genap satu tahun menjabat sebagai Direktur RSUD Waled. Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan akan mendukung penuh proses pembangunan agar sistem hydrant dapat segera beroperasi.

Sembari menunggu pembangunan selesai, RSUD Waled tetap menerapkan standar keselamatan dengan menempatkan sekitar 120 unit APAR di berbagai ruangan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran.

“Seluruh ruangan sudah dilengkapi APAR. Itu menjadi sistem pengamanan sementara sampai hydrant selesai dibangun,” jelasnya.

Menurut Deni, keberadaan APAR selama ini juga menjadi salah satu penunjang dalam pemenuhan standar akreditasi keselamatan sehingga RSUD Waled tetap mampu mempertahankan statusnya sebagai rumah sakit rujukan Tipe B. Namun, ia menegaskan sistem hydrant tetap menjadi elemen penting untuk melengkapi standar proteksi kebakaran di rumah sakit.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Setda Kabupaten Cirebon, Sutadi Sukarya, membenarkan proyek pembangunan sistem hydrant akan mulai direalisasikan pada tahun anggaran 2026.

Ia mengatakan, proyek tersebut akan dilaksanakan melalui mekanisme lelang terbuka dengan nilai anggaran sekitar Rp1,6 miliar.

Pembangunan jaringan hydrant ini diharapkan dapat meningkatkan sistem proteksi kebakaran di RSUD Waled secara menyeluruh. Selain memperkuat keamanan fasilitas rumah sakit, keberadaan hydrant juga diharapkan memberikan rasa aman yang lebih besar bagi masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan di RSUD Waled.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini