Beranda Pemerintah Panen Raya Udang Vaname di Semarang Tembus 1,3 Ton

Panen Raya Udang Vaname di Semarang Tembus 1,3 Ton

0
24
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi panen Udang Vaname. Er

INAPOS, SEMARANG.- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil menggelar panen raya udang vaname di kawasan Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Tugu, Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Kota Semarang, Senin (6/7/2026).

Keberhasilan tersebut menjadi bukti penerapan teknologi budidaya modern yang mampu meningkatkan produktivitas perikanan sekaligus menjadi model revitalisasi tambak di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Panen raya tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Tambak seluas 1.561 meter persegi yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah itu berhasil membudidayakan udang vaname berkualitas tinggi melalui sistem budidaya tertutup (closed system).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Efendi, mengatakan panen dilakukan di Petak B3 Loka PBI Tugu setelah masa budidaya selama sekitar 82 hari. Produksi udang vaname ditargetkan mencapai 1,3 ton dengan ukuran rata-rata 60 ekor per kilogram.

Menurut Endi, penerapan sistem tertutup menjadi solusi karena lokasi tambak berada di kawasan industri sehingga penggunaan air dari luar harus dibatasi.

“Kami menggunakan sedikit air dari luar, kemudian dilakukan proses pengolahan menggunakan dolomit, kaporit, dan aerasi sebelum dimanfaatkan untuk budidaya. Dengan sistem ini kualitas air tetap terjaga dan hasil produksi menjadi optimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil panen dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal dengan harga sekitar Rp60 ribu per kilogram. Selain menghasilkan produksi perikanan, Loka PBI Tugu juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga Semester I Tahun 2026, realisasi PAD telah mencapai sekitar 72 persen dari target tahunan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta DKP Jawa Tengah untuk memperkuat sentra pembibitan ikan dan udang sebagai langkah strategis meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, usaha pembibitan memiliki biaya produksi yang lebih rendah, perputaran usaha yang lebih cepat, dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional.

“Balai perikanan milik pemerintah harus menjadi pusat pembibitan unggul yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Dengan begitu para pembudidaya tidak lagi kesulitan memperoleh benih berkualitas,” kata Luthfi.

Ia juga menginstruksikan seluruh tenaga ahli dan penyuluh perikanan agar lebih aktif mendampingi masyarakat, mulai dari penyediaan benih, pembinaan teknik budidaya hingga membantu pemasaran hasil panen.

“Sehingga masyarakat tidak akan mencari ke mana-mana. Dengan begitu, dinas kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Luthfi menilai sektor perikanan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Jawa Tengah memiliki garis pantai yang membentang di 17 kabupaten/kota, namun sebagian besar kawasan tambaknya masih dikelola secara tradisional sehingga memerlukan revitalisasi.

Ia mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan terkait rencana revitalisasi tambak di kawasan Pantai Utara Jawa Tengah yang memiliki luas sekitar 72 ribu hektare.

“Dalam waktu dekat Pak Menteri KKP akan memberikan dukungan penuh untuk wilayah Pantai Utara Jawa Tengah. Prinsipnya, tambak-tambak yang selama ini tidak berfungsi akan segera direvitalisasi agar kembali produktif dan mampu meningkatkan hasil perikanan daerah,” tandasnya.

Reporter: Ery

Editor: Redaksi 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini