INAPOS, JAKARTA.- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Masjid Apung An-Nur Jakarta yang berada di kawasan Pantai Ancol, Jakarta Utara, Jumat (16/10/2026). Masjid ini diharapkan menjadi ikon baru kawasan pesisir Jakarta sekaligus ruang ibadah dan simbol kerukunan umat beragama di Ibu Kota.
Pramono mengatakan, kehadiran Masjid Apung An-Nur menjadi salah satu wujud kehidupan keberagaman di Jakarta yang berjalan dengan baik. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai toleransi dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas keagamaan.
“Mudah-mudahan kehadiran Masjid Apung An-Nur ini menjadi salah satu upaya dan juga menjadi simbol nyata bahwa kehidupan keberagaman di Jakarta ini berlangsung, berjalan dengan baik,” kata Pramono.
Masjid Apung An-Nur pertama kali digagas pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 2019. Namun, pembangunannya sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 dan kembali dilanjutkan pada 1 Mei 2024.
Pramono menyebut dirinya melanjutkan pembangunan masjid tersebut hingga selesai. Ia pun bersyukur proyek yang telah dirintis pada pemerintahan sebelumnya dapat dituntaskan pada masa kepemimpinannya.
“Saya sebagai penerusnya melanjutkan sampai selesai dan bersyukur yang memberi nama saya,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, penyelesaian proyek tersebut merupakan bagian dari upaya melanjutkan pembangunan yang telah dirintis sebelumnya. Selain Masjid Apung An-Nur, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menuntaskan pembangunan jembatan penghubung Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan Ancol.
Jembatan penghubung sepanjang kurang lebih 300 meter itu dinilai dapat mempermudah akses pengunjung sekaligus mendukung penataan parkir di kawasan Ancol.
“Ketika sudah disambungkan yang kurang lebih 300 meter ini, seluruh parkir sekarang bisa di Ancol, mau mobil berapa pun bisa di Ancol,” ucapnya.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Syahmudrian Lubis, menjelaskan pembangunan Masjid Apung An-Nur Jakarta dimulai pada 1 Mei 2024 dan rampung pada 29 Juli 2026.
Masjid tersebut memiliki kapasitas hingga 600 jemaah, terdiri atas 460 jemaah laki-laki atau ikhwan dan 140 jemaah perempuan atau akhwat. Selain ruang utama untuk beribadah, tersedia pula area plaza yang mampu menampung sekitar 300 jemaah.
Syahmudrian mengatakan, pembangunan masjid ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tempat ibadah bagi masyarakat dan pengunjung Ancol, tetapi juga untuk menghadirkan landmark baru di kawasan pesisir Jakarta.
“Masjid Apung An-Nur ini sebagai sarana ibadah, tapi dirancang untuk menjadi landmark dan ikon baru bagi kebanggaan masyarakat di pesisir Jakarta,” tuturnya.
Masjid Apung An-Nur juga memiliki filosofi arsitektur yang sarat makna. Denah bangunannya berbentuk segi lima yang melambangkan lima rukun Islam sekaligus lima waktu salat.
Sementara itu, siluet denah masjid yang membentuk bulan dan bintang dimaknai sebagai simbol cahaya dan petunjuk.
Dengan kapasitas ruang ibadah yang memadai dan desain arsitektur yang memiliki nilai filosofis, Masjid Apung An-Nur diharapkan menjadi destinasi religi sekaligus ikon wisata di kawasan Ancol.
Peresmian masjid ini menambah fasilitas keagamaan di pesisir Jakarta dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, jemaah, serta wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
Reporter: Agus
Editor: Redaksi








