INAPOS, KOTA CIREBON – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Cirebon menggelar pemeriksaan kesehatan dan kebugaran bagi pegawai, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan kondisi kesehatan pegawai tetap terjaga sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat secara optimal.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Puskesmas Jalan Kembang, Kota Cirebon, tersebut diawali dengan apel pagi dan pengarahan singkat dari petugas kesehatan mengenai tahapan serta alur pemeriksaan.
Setelah pengarahan, para pegawai mengikuti tes kebugaran dengan berlari atau jogging sejauh empat putaran, setara sekitar 1,6 kilometer, di lingkungan sekitar kantor Bapas Kelas I Cirebon. Tes tersebut dilaksanakan dengan batas waktu minimal 12 menit.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pengisian data pribadi dan riwayat kesehatan setiap pegawai. Proses skrining dilakukan oleh petugas kesehatan maupun secara mandiri melalui formulir berbasis web yang disediakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Adapun pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran berat badan, lingkar perut, tekanan darah, serta pemeriksaan kadar gula darah. Selain itu, dilakukan skrining kandungan nikotin bagi pegawai yang merupakan perokok aktif.
Hasil pemeriksaan kesehatan nantinya disampaikan oleh petugas Puskesmas dalam bentuk rapor kesehatan. Pegawai dapat mengakses hasil tersebut melalui tautan yang dikirimkan ke nomor WhatsApp masing-masing.
Sementara itu, hasil tes kebugaran akan disampaikan setelah petugas Puskesmas menyelesaikan proses rekapitulasi data.
Kepala Bapas Kelas I Cirebon, Yuliana, menyebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan dan kebugaran menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi fisik pegawai agar tetap sehat dan bugar dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, Bapas Kelas I Cirebon berharap seluruh pegawai semakin peduli terhadap kondisi kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, serta menjaga kebugaran tubuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kondisi kesehatan yang terjaga diharapkan dapat menunjang produktivitas pegawai, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan secara profesional.
“Dengan demikian, perhatian terhadap kesehatan pegawai tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang optimal,” pungkasnya.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi








