Kamis, April 23, 2026

Jajaran KDMP Cimayasari. Foto: Sita
DaerahEkonomi dan Bisnis

Masuki Musim Tanam 2026, KDMP Cimayasari Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman dan Tepat HET

INAPOS, SUBANG.- Menjelang musim tanam tahun 2026, ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Jawa Barat dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi.

 

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, H. Otong Wiranta menyampaikan, stok pupuk bersubsidi tersedia sesuai kebutuhan petani sebagai bagian dari upaya monitoring stok secara berkelanjutan.

 

“Ini ada salah satu langkah diwujudkan melalui aktifnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Cimayasari, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Subang, sebagai Penerima Pada Titik Serah (PPTS) penebusan pupuk bersubsidi pada tahun 2026,” terangnya pada Sabtu (7/6/26).

Dengan skema ini, kata H. Otong, penyaluran pupuk menjadi lebih dekat ke petani sehingga biaya angkut lebih murah, bahkan di beberapa titik mencapai nol ongkos angkut.

“Melalui KDMP Cimayasari, petani semakin dimudahkan. Harga pupuk sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), stok tersedia dan aman untuk kebutuhan musim tanam,” kata H. Otong.

Ketua KDMP Cimayasari menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan penuh terhadap kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri Pertanian, Bapak Menteri Koperasi, serta Pupuk Indonesia yang telah memberikan fasilitas penyaluran pupuk subsidi sehingga lebih mudah diakses petani,” ucapnya.

Sementara itu, Pupuk Indonesia yang diwakili Account Executive (AE) Wilayah Kabupaten Subang, Bakty Nevada menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan sesuai ketentuan.

Pupuk Indonesia terus mengedepankan prinsip kemudahan dan kedekatan layanan kepada petani yang berhak, bekerja sama dengan KDMP Cimayasari sebagai PPTS sekaligus mendukung penguatan peran koperasi desa.

“Petani tidak perlu ragu dalam proses penebusan pupuk bersubsidi. Seluruh mekanisme dijalankan sesuai aturan yang berlaku, dengan harga sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas Bakty.

Dengan sinergi antara pemerintah, kata Bakty, Pupuk Indonesia, KTNA, dan KDMP, diharapkan kebutuhan pupuk bersubsidi petani pada musim tanam 2026 dapat terpenuhi secara tepat waktu, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Reporter: Sita

Editor: Redaksi Inapos 

 

54 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *