Sambut HUT ke-80, KAI Daop 3 Cirebon Gelar Donor Darah dan USG Payudara Gratis
INAPOS, KOTA CIREBON.- Dalam rangka memperingati HUT ke-80, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon menggelar kegiatan sosial berupa donor darah dan USG Payudara gratis.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga bentuk nyata komitmen KAI terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.
Donor darah dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Stasiun Cirebon, Stasiun Jatibarang, dan Stasiun Brebes pada Rabu (24/9). Sementara itu, layanan USG Payudara gratis digelar di Gedung Cakrabuana, Kantor Daop 3 Cirebon.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat solidaritas dan empati, baik di kalangan pekerja KAI maupun pengguna jasa kereta api.
“Kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata komitmen KAI dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya terfokus pada transportasi, tetapi juga mencakup aspek sosial dan kesehatan. Donor darah membantu PMI dalam menjaga ketersediaan stok, sementara USG Payudara gratis mendukung perempuan menjaga kesehatan organ vital,” jelas Muhib.
Tercatat, sebanyak 250 peserta mengikuti donor darah, terdiri dari 150 orang di Stasiun Cirebon, 50 orang di Stasiun Jatibarang, dan 50 orang di Stasiun Brebes. Pelaksanaan donor darah ini bekerja sama dengan PMI di masing-masing daerah serta melibatkan RS Permata Cirebon dan Laboratorium Prodia untuk layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Sementara itu, kegiatan USG Payudara gratis yang bekerja sama dengan RS Siloam Putera Bahagia diikuti oleh 150 peserta, terdiri dari pekerja KAI, PIKKA Daop 3 Cirebon, serta masyarakat umum. Selain pemeriksaan, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi mengenai kanker payudara dan langkah pencegahan dini.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini dapat terjalin hubungan yang lebih erat antara KAI, masyarakat, dan stakeholder. Kami ingin memberi kontribusi nyata dalam menyelamatkan nyawa sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan kerja yang sehat dan produktif,” tutup Muhib.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi Inapos
