Minggu, April 19, 2026

Menu MBG di SDN 1 Warukawung, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, pada bulan Ramadhan 1447 H.
DaerahHeadline

Miris! Menu MBG Tak Sesuai Anggaran, Dugaan Korupsi SPPG Cirebon Disorot Keras

Miris! Menu MBG Tak Sesuai Anggaran, Dugaan Korupsi SPPG Cirebon Disorot Keras

INAPOS, CIREBON – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cirebon yang baru berjalan tiga hari selama bulan Ramadan langsung menuai sorotan tajam. Sejumlah orang tua siswa menduga program tersebut justru menjadi ajang praktik korupsi oleh oknum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dugaan tersebut mencuat setelah ditemukan berbagai kejanggalan dalam pendistribusian menu. Mulai dari pengambilan kembali goodie bag yang disebut sudah memiliki anggaran, hingga kualitas makanan yang dinilai jauh di bawah nilai biaya yang telah ditetapkan pemerintah.

Keluhan sebenarnya sudah ramai disuarakan para orang tua melalui media sosial sejak hari pertama pelaksanaan MBG di bulan Ramadan. Namun hingga hari ketiga, mereka menilai tidak ada perubahan berarti, baik dari sisi menu maupun mekanisme pembagian.

Salah satu orang tua siswa SDN 1 Warukawung, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Faizal (42), menyampaikan protes keras. Ia menilai dugaan penyimpangan terlihat sangat jelas dalam pelaksanaan program tersebut.

“Jelas Korupsinya , Mulai Dari Pengambilan kembali Gudybag yang sudah jelas ada anggaranya” ujarnya.

Menurut Faizal, persoalan tidak hanya pada goodie bag yang diambil kembali, tetapi juga pada isi menu yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang seharusnya diterima setiap siswa.

“Anak saya kelas 4 SD, dapat menunya tiga hari , Roti , kacang , Susu Kotak , dan Kurma , yang kalau dinilai paling mahalnya hanya Rp 7 ribu saja ” tegasnya.

Ia juga menyoroti keseragaman menu untuk semua jenjang kelas, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, padahal besaran anggaran disebut berbeda.

“Masa menu MBG selama tiga hari , menu kelas 1 sampe kelas 6 sama tidak ada bedanya , padahal anggarannya berbeda” tegasnya .

Faizal menambahkan, para orang tua mengaku hanya ingin program pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak. Mereka pun mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan.

“Pemkab Cirebon , Kepolisian dan Kejaksaan jang Tutup mata saja, Lihat dan tindal tegas permainan kotor SPPG SPPG tersebut” tutupnya.

Reporter : Didin

Editor : Tim Redaksi

61 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *