
INAPOS, KUNINGAN – Muhammad Ali Subhan kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Kuningan untuk periode 2026-2031.
Prosesi pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Kuningan, Minggu (20/9/2026).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPSI dan dihadiri Sultan Kacirebonan Abdulgani, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, serta unsur Forkopimda Kabupaten Kuningan.
Dalam kesempatan tersebut, sekitar 70 pengurus DPD PPSI Kuningan yang dilantik merupakan dari sejumlah paguron, sementara, sekitar 40 paguron telah tercatat dalam database keanggotaan PPSI Kabupaten Kuningan.
Muhammad Ali Subhan mengatakan, kepengurusan baru diharapkan mampu membawa PPSI semakin maju dan berperan aktif dalam berbagai sektor.
“Harapan saya PPSI ke depan semakin maju dan semua pengurus bisa berperan aktif di semua sektor. Bukan hanya pengembangan pencak silat ataupun seni tradisi, tetapi juga di bidang keagamaan dan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, PPSI harus mampu memberikan kontribusi bagi Kabupaten Kuningan. Setelah pelantikan, pengurus akan mempersiapkan rapat kerja daerah sebelum masing-masing bidang menjalankan program kerja.
“Kami akan melakukan rapat kerja daerah. Setelah itu bidang masing-masing akan bergerak, baik di bidang ekonomi, keagamaan, maupun terutama pengembangan pencak silat dan seni tradisi. Saya harapkan Kabupaten Kuningan menjadi ikon kota silat,” katanya.
Sementara itu, Bendahara Umum PPSI Kabupaten Kuningan, Yudhi Lesmana, mengatakan salah satu fokus kepengurusan baru adalah pembenahan database organisasi.
Menurutnya, database penting untuk memperkuat PPSI sekaligus menjadi wadah pemersatu antar-paguron. Selain itu, PPSI memiliki tanggung jawab menjaga pencak silat sebagai warisan budaya takbenda yang telah mendapatkan pengakuan UNESCO.
“PPSI punya misi menjaga warisan budaya bangsa. Ke depan, bagaimana PPSI secara organisasi bisa mencapai kemandirian, begitu juga para paguron dan pesilatnya dapat fokus pada pengembangan diri, penguatan ekonomi, dan kemandirian,” tutur Yudhi.
Yudhi juga mengajak pemerintah daerah, kalangan pengusaha, serta para penggiat seni dan budaya untuk bersama-sama mendukung pelestarian pencak silat dan seni tradisi.
Ia mengingatkan agar pengembangan prestasi tidak menghilangkan akar budaya yang diwariskan para pendahulu.
“Kita harus tahu jati diri bangsa dan menghargai orang-orang terdahulu yang telah mewariskan seni ini. Rawat sejarah, rawat warisan budaya. Boleh berprestasi, tapi jangan hilangkan tradisi,” pungkasnya.






