Beranda Ragam OJK Cirebon Perkuat Budaya Menabung, 529 Siswa Sekolah Rakyat Buka Rekening SimPel

OJK Cirebon Perkuat Budaya Menabung, 529 Siswa Sekolah Rakyat Buka Rekening SimPel

0
24
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, asosiasi industri, serta pelaku usaha jasa keuangan dalam membangun budaya menabung dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat. Kris

INAPOS, KAB CIREBON.- Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, asosiasi industri, serta pelaku usaha jasa keuangan dalam membangun budaya menabung dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Kabupaten Cirebon, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 540 siswa Sekolah Rakyat. Momentum ini mengusung semangat menanamkan kebiasaan menabung sekaligus meningkatkan kecakapan mengelola keuangan sejak usia dini.

Puncak HIM 2026 turut dihadiri Bupati Cirebon, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Wali Kota Cirebon yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Bupati Majalengka yang diwakili Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, serta Kepala Sekolah Rakyat.

Selain itu, Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) Komisariat Cirebon bersama industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) turut dilibatkan sebagai mitra strategis dalam memperluas akses dan edukasi keuangan masyarakat.

Bupati Cirebon mengapresiasi OJK Cirebon dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan Hari Indonesia Menabung 2026.

Menurutnya, budaya menabung perlu ditanamkan sejak dini karena tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan uang, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter generasi muda.

Menabung, kata dia, mengajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menentukan prioritas, serta membangun kebiasaan merencanakan masa depan.

“Menabung bukan sekadar menyisihkan uang. Di dalamnya terdapat nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan menentukan prioritas, dan kebiasaan merencanakan masa depan. Karena itu, budaya menabung harus kita tanamkan sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter anak-anak kita,” ujar Bupati Cirebon.

Ia menilai Sekolah Rakyat menjadi ruang strategis untuk membangun karakter, kemandirian, dan kecakapan hidup peserta didik, termasuk kemampuan mengelola keuangan secara bijak.

Pemerintah Kabupaten Cirebon juga menyatakan dukungannya terhadap penguatan sinergi dengan OJK dan industri jasa keuangan untuk memperluas edukasi serta akses keuangan, khususnya bagi generasi muda.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon menyampaikan bahwa penguatan budaya menabung sejak usia pelajar merupakan bagian penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat.

Edukasi keuangan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat membantu generasi muda memahami pentingnya menabung hingga menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Cirebon. Menurutnya, literasi keuangan bukan sekadar mengenalkan anak-anak terhadap uang, tetapi juga membekali mereka agar mampu menentukan prioritas dan membedakan kebutuhan dengan keinginan.

“Literasi keuangan bukan hanya tentang bagaimana anak-anak mengenal dan menggunakan uang, tetapi juga bagaimana mereka belajar menentukan prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta bertanggung jawab terhadap keputusan keuangannya. Karena itu, edukasi seperti ini penting untuk terus diperkuat sejak lingkungan sekolah,” ujarnya.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang diselenggarakan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 69,57 persen.

Angka tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang berada di level 66,64 persen. Sementara itu, indeks inklusi keuangan meningkat menjadi 93,61 persen dari 92,74 persen pada tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk serta layanan jasa keuangan.

Meski demikian, peningkatan literasi dan inklusi keuangan dinilai perlu diiringi dengan penguatan perilaku keuangan yang sehat agar masyarakat dapat menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak, aman, serta sesuai kebutuhan.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib mengatakan, Hari Indonesia Menabung 2026 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam menciptakan generasi yang cerdas dan berdaya secara finansial.

OJK Cirebon terus mendorong edukasi keuangan melalui penguatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), program inklusi keuangan bagi pelajar, serta pengembangan budaya menabung dan kepemilikan rekening sejak usia sekolah.

“Kami ingin Hari Indonesia Menabung tidak berhenti sebagai sebuah momentum tahunan. Lebih dari itu, kami ingin menumbuhkan kebiasaan. Karena ketika menabung sudah menjadi kebiasaan sejak dini, anak-anak akan belajar mengelola keuangan, memahami kebutuhan dan keinginan, serta mulai merencanakan masa depan,” ujar Kepala OJK Cirebon.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi 529 siswa Sekolah Rakyat dalam rangkaian Hari Indonesia Menabung 2026.

Pembukaan rekening tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi para siswa untuk mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan formal sekaligus membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

Perbarindo Komisariat Cirebon bersama industri BPR turut mendukung pelaksanaan HIM 2026 melalui penguatan budaya menabung dan inklusi keuangan.

Kolaborasi tersebut memperkuat peran BPR/BPRS sebagai lembaga jasa keuangan yang dekat dengan masyarakat, tidak hanya dalam menyediakan akses layanan keuangan, tetapi juga dalam memberikan edukasi dan membentuk kebiasaan menabung.

Pemilihan Sekolah Rakyat sebagai lokasi puncak HIM 2026 juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan kecakapan hidup peserta didik.

Melalui edukasi dan pengenalan budaya menabung, para siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan keuangan yang baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Keterlibatan guru dan orang tua juga dinilai penting untuk memberikan keteladanan serta pendampingan agar kebiasaan menabung dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, OJK Cirebon turut memberikan penghargaan kepada sejumlah Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang dinilai memiliki capaian dan kinerja terbaik dalam mendukung Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) serta edukasi keuangan bagi pelajar di wilayah Ciayumajakuning.

Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, yakni KEJAR Termasif, KEJAR Tertinggi, dan Financial Literacy Award (FLA) Segmen Pelajar.

Untuk kategori BPR/BPRS, Perumda BPR Majalengka meraih penghargaan KEJAR Termasif. PT Perseroda BPR Kuningan meraih penghargaan KEJAR Tertinggi sekaligus Financial Literacy Award (FLA) Segmen Pelajar.

Sementara pada kategori bank umum, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KC Majalengka meraih penghargaan KEJAR Termasif, PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk KC Kuningan meraih KEJAR Tertinggi, sedangkan PT Bank Syariah Indonesia Tbk KC Cirebon meraih Financial Literacy Award (FLA) Segmen Pelajar.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi industri jasa keuangan untuk terus memperluas implementasi KEJAR dan meningkatkan edukasi keuangan bagi pelajar di wilayah Ciayumajakuning.

Kehadiran pemerintah daerah, KPwBI Cirebon, DPRD, dunia pendidikan, Perbarindo, dan industri jasa keuangan dalam Hari Indonesia Menabung 2026 menjadi wujud komitmen bersama untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan di wilayah Ciayumajakuning.

OJK Cirebon menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong masyarakat yang semakin cerdas, inklusif, dan terlindungi dalam menggunakan produk serta layanan jasa keuangan.

“Hari Indonesia Menabung adalah momentum untuk menanamkan satu pesan sederhana kepada generasi muda: masa depan tidak hanya dipersiapkan dengan cita-cita, tetapi juga dengan kebiasaan baik yang dilakukan sejak sekarang. Salah satunya adalah menabung dan mengelola keuangan secara bijak,” tutup Kepala OJK Cirebon.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini