Kamis, April 16, 2026

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati (kanan) simbolis menebar ribuan benih ikan di Sungai Kalijaga. Kris
Ekonomi dan BisnisPemerintah

Pemkot Cirebon Tebar 85 Ribu Benih Ikan di Sungai Kalijaga, Dorong Ketahanan Pangan dan Wisata Pemancingan

INAPOS, KOTA CIREBON.- Pemerintah Kota Cirebon kembali menerima bantuan benih ikan dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat.

Sebanyak 85 ribu ekor benih ikan ditebar di perairan umum Sungai Kalijaga, tepatnya di wilayah Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Rabu (16/4/25).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dan disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, serta sejumlah pejabat lainnya.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga ekosistem perairan sekaligus mendorong ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan benih ikan ini. Terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat. Ini akan membantu menambah populasi dan keberagaman ikan di perairan umum kita,” ujar Wakil Wali Kota.

Siti Farida juga menyampaikan harapannya agar kawasan Sungai Kalijaga bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata pemancingan.

Menurutnya, selain menjadi sumber pangan, keberadaan ikan juga dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pariwisata berbasis lingkungan.

“Tentu ini juga akan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menyebutkan bahwa tahun ini Kota Cirebon menerima 70 ribu ekor benih ikan patin dan 15 ribu ekor ikan nilem. Penebaran difokuskan di wilayah Benda Kerep karena kawasan tersebut memiliki banyak kolam dan perairan yang potensial untuk pengembangan perikanan.

“Kami rutin menerima bantuan ini setiap tahun, dan tahun ini kita fokuskan ke wilayah Benda setelah dilakukan survei lapangan,” ungkap Elmi.

Elmi juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana jangka panjang, salah satunya membentuk kelompok pembudidaya ikan agar bantuan dapat dikelola lebih baik dan berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan perairan umum secara terpadu, mengingat keterbatasan lahan pertanian dan perikanan di daerah perkotaan.

“Kami lihat wilayah Benda sangat mendukung untuk pengembangan budidaya ikan. Ini juga bisa menjadi alternatif mata pencaharian baru bagi masyarakat,” pungkasnya. (Kris)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *