Beranda Pemerintah Pemprov DKI Promosikan Jakarta di ITB India 2026, Bidik Pasar Wisatawan India

Pemprov DKI Promosikan Jakarta di ITB India 2026, Bidik Pasar Wisatawan India

0
12
Jakarta berpartisipasi dalam ajang ITB India 2026 yang digelar di Jio World Convention Centre, Mumbai, India.

INAPOS, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) kembali memperkuat promosi pariwisata Jakarta di pasar internasional. Kali ini, Jakarta berpartisipasi dalam ajang ITB India 2026 yang digelar di Jio World Convention Centre, Mumbai, India.

Pameran pariwisata business-to-business (B2B) tersebut diikuti lebih dari 100 exhibitor dari berbagai negara dan dihadiri sekitar 400 buyers pilihan. Keikutsertaan Jakarta menjadi bagian dari strategi memperluas jejaring global sekaligus meningkatkan daya saing sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Melalui ajang tersebut, Jakarta dipromosikan sebagai destinasi urban premium, pusat bisnis, Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE), serta gaya hidup metropolitan yang memiliki daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Langkah ini juga sejalan dengan visi Jakarta menuju Top 50 Global City, sekaligus memiliki arti strategis menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, mengatakan momentum Jakarta 500 bukan hanya menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan panjang Jakarta, tetapi juga menjadi titik untuk membawa Jakarta semakin terbuka dan terhubung dengan dunia internasional.

“Memasuki Jakarta 500, Jakarta tidak hanya merefleksikan perjalanan panjang sebuah kota, tetapi juga menatap masa depan sebagai kota global yang semakin terbuka, kompetitif, dan terhubung dengan dunia,” ujar Andhika, Selasa (8/9/2026).

Partisipasi Jakarta dalam ITB India 2026 dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dalam Paviliun Wonderful Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Jakarta menghadirkan tujuh co-exhibitor terpilih yang berasal dari berbagai sektor industri pariwisata, mulai dari pelaku usaha tour and travel, hotel berbintang hingga pengelola atraksi wisata.

Kehadiran para pelaku industri tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan bisnis dengan industri pariwisata India. Selain itu, forum B2B tersebut juga membuka peluang kerja sama serta pengembangan paket perjalanan yang lebih kompetitif bagi wisatawan India.

“Dengan hadirnya para pelaku industri tersebut, kami berharap dapat memperkuat business-to-business engagement sekaligus membuka peluang kerja sama dan pengembangan paket perjalanan yang lebih kompetitif bagi wisatawan India,” katanya.

India Jadi Pasar Strategis Pariwisata Jakarta

Andhika menilai India merupakan salah satu pasar potensial dan strategis bagi Jakarta. Pertumbuhan wisatawan asal India serta meningkatnya ketertarikan terhadap destinasi urban menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan.

Karena itu, keikutsertaan dalam ITB India 2026 tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan destinasi wisata Jakarta, tetapi juga membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan dengan pelaku industri pariwisata India.

“Momentum Jakarta 500 menjadi kesempatan bagi kami untuk membawa cerita Jakarta ke dunia dan menunjukkan bagaimana Jakarta terus berkembang sebagai kota global,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Lucky Wulandari, mengatakan promosi di pasar India diharapkan dapat meningkatkan awareness terhadap Jakarta sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan India.

Menurutnya, Jakarta memiliki beragam pengalaman wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan India. Tidak hanya wisata perkotaan, tetapi juga sejarah, budaya, kuliner, belanja, hiburan hingga sektor MICE.

“Kami ingin wisatawan India melihat Jakarta sebagai destinasi yang dinamis, aman, nyaman, dan penuh pengalaman. Jakarta memiliki banyak hal yang dapat dieksplorasi, dari sejarah dan budaya, kuliner, shopping, entertainment, dan MICE yang memiliki sisi-sisi menarik yang mungkin belum banyak diketahui oleh wisatawan India,” jelas Lucky.

Ia menambahkan, penguatan pasar India merupakan bagian dari strategi Jakarta dalam membangun hubungan yang lebih erat dengan komunitas global.

Menurut Lucky, sektor pariwisata tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Lebih jauh, pariwisata dapat menjadi instrumen untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat, jejaring bisnis, pertukaran budaya, serta membuka peluang ekonomi antara Jakarta dan dunia internasional.

Dengan memperkuat konektivitas, memperluas jejaring internasional, serta menghadirkan produk pariwisata yang semakin beragam dan berkualitas, Jakarta optimistis mampu meningkatkan daya saingnya di tingkat global.

“Jakarta 500 bukan hanya tentang merayakan perjalanan lima abad, tetapi tentang membawa Jakarta melangkah lebih jauh sebagai kota global yang berdaya saing, berkelanjutan, dan semakin dikenal dunia,” tandasnya.

Reporter: Agus

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini