Perbaikan Jalan Sindanglaut–Pabuaran Mulai Dikerjakan, Warga Harap Jadi Titik Balik Infrastruktur Timur Cirebon
Cirebon, inapos.id – Setelah sempat viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial karena kondisinya yang rusak parah, ruas jalan Sindanglaut–Pabuaran kini mulai disentuh perbaikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mulai menunjukkan keseriusannya dalam menjawab keluhan masyarakat, khususnya di wilayah timur Cirebon yang selama ini merasa termarjinalkan dalam pembangunan infrastruktur.
Proses pemadatan jalan pertama dilakukan di ruas Karangtengah, Kecamatan Karangsembung. Panjang jalan yang akan diperbaiki mencapai 760 meter dengan lebar 6 meter, tersebar di empat titik strategis yang menghubungkan Kecamatan Lemahabang, Karangsembung, hingga Karangwareng. Pekerjaan ini menjadi langkah awal nyata dari pemerintah dalam menghadirkan sarana transportasi yang layak dan aman bagi masyarakat.
Salah seorang warga dan pengguna jalan, Maman (50), menyambut positif upaya perbaikan ini. Menurutnya, kondisi jalan sebelum diperbaiki sangat memprihatinkan. Banyak lubang dalam yang membahayakan pengendara, terutama sepeda motor.
“Alhamdulillah, perlahan tapi pasti, jalan Sindanglaut–Pabuaran mulai dibenahi. Sebelumnya jalan ini banyak menimbulkan kecelakaan karena lubangnya dalam-dalam. Saya sendiri beberapa kali hampir jatuh,” ujarnya, Kamis (30/7).
Maman berharap perbaikan ini tidak berhenti di satu titik saja. Ia berharap agar pemerintah melanjutkan pengerjaan ke seluruh ruas jalan Sindanglaut–Pabuaran yang rusak, karena keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi kunci utama penggerak ekonomi di wilayah timur Cirebon.
“Harapan kami, semua ruas jalan yang rusak segera diperbaiki. Kalau jalannya mulus, akses antar desa jadi lancar, dan kegiatan ekonomi warga bisa lebih hidup,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan pelaksana proyek perbaikan jalan di ruas Karangtengah, Dedi Ayong, menyampaikan komitmennya dalam menjaga kualitas pekerjaan. Ia menegaskan bahwa pengerjaan jalan dilakukan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Kami pastikan pengerjaan ini sesuai dengan spek yang diinstruksikan. Kualitas dan kuantitas menjadi prioritas utama kami. Kami tidak ingin masyarakat kecewa karena jalan cepat rusak kembali,” tegas Dedi.
Dedi menjelaskan, saat ini pengerjaan masih dalam tahap pemadatan jalan. Setelah itu, baru akan dilakukan pengecoran dengan rijit beton untuk menghasilkan permukaan yang kokoh dan tahan lama.
“Tujuan kami bukan hanya memperbaiki, tapi menciptakan infrastruktur yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Jalan yang baik akan mempercepat aktivitas warga, meningkatkan mobilitas, dan mendukung lingkungan sekitar secara ekonomi dan sosial,” pungkasnya.***(Din)
