Kamis, April 16, 2026

Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen mengikuti rapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Rd
PemerintahSosial

Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Jateng Tambah 105 SPPG di Seluruh Kabupaten/Kota

INAPOS, JAKARTA.- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengakselerasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan menambah 105 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru yang akan tersebar merata di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang juga menjabat Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksana Program MBG Jateng, mengungkapkan bahwa masing-masing daerah akan mendapatkan alokasi tiga SPPG baru.

Hal ini disampaikannya usai mengikuti rapat bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Senin (14/4/25).

“Kita rapat untuk persiapan percepatan program MBG, dan alhamdulillah langsung diterima dan ditindaklanjuti oleh BGN. Penambahan SPPG ini akan kita realisasikan secepatnya, maksimal dalam sepekan ke depan,” ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Selain menambah jumlah SPPG, Pokja MBG Jateng juga akan mendampingi proses penilaian kelayakan terhadap dapur MBG yang telah beroperasi. Hal ini dilakukan agar program berjalan secara efektif dan sesuai standar keamanan pangan.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Yasin juga menyampaikan beberapa usulan penting, termasuk pelimpahan fungsi pengawasan ke pemerintah daerah agar koordinasi pelaksanaan program MBG bisa lebih cepat dan efisien.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan keamanan pangan olahan siap saji, serta percepatan Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB) akibat keracunan makanan.

Sebelumnya, Pokja MBG Jateng telah memetakan sejumlah aset yang bisa dimanfaatkan sebagai SPPG. Di antaranya, 21 aset milik Pemprov Jateng dan satu aset milik BUMD yang terdiri dari 12 bangunan dan 7 bidang tanah.

Selain itu, terdapat 34 SMK dengan fasilitas katering/tata boga/kantin tipe A yang telah bersertifikat BPOM, serta tujuh satuan pendidikan lainnya yang masuk daftar usulan sebagai calon lokasi dapur MBG.

“Kita berharap program MBG ini bisa berjalan lebih masif dan merata, agar seluruh anak-anak di Jawa Tengah bisa menikmati makanan bergizi setiap hari,” pungkas Gus Yasin. (Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *