
INAPOS, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri hajatan warga Kampoeng Tanah Harapan sekaligus menyaksikan pagelaran wayang kulit di Kampung Tanah Harapan, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Selasa (27/10) malam.
Kegiatan yang diselenggarakan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu (FKTMB) tersebut mengusung tema “Guyub Rukun Mbangun Kampoeng, Nguri-uri Kabudayaan”. Acara ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan warga sekaligus melestarikan kebudayaan tradisional.
Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan dan sarana pelestarian budaya, tetapi juga wadah silaturahmi yang mempertemukan masyarakat dari berbagai kalangan.
“Di acara wayangan seperti ini, selain acara kebudayaan, ini adalah tradisi silaturahmi sebenarnya. Semua orang bertemu, berkumpul, berbicara, kemudian ada UMKM dan sebagainya. Inilah kekuatan utama kita sebenarnya,” ujar Pramono.
Ia mengajak masyarakat untuk terus merawat dan menjaga tradisi budaya agar tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurutnya, kegiatan kebudayaan yang melibatkan masyarakat secara langsung memiliki nilai penting dalam membangun kerukunan, memperkuat hubungan sosial, serta mendukung aktivitas ekonomi warga melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kampoeng Tanah Harapan sebelumnya dikenal dengan nama Kampung Tanah Merah. Perubahan nama tersebut dilakukan setelah terbit Keputusan Gubernur Nomor 973 Tahun 2025 pada November 2025.
Pramono menilai kawasan tersebut memiliki lokasi strategis karena aksesnya relatif dekat dengan Stasiun LRT Kelapa Gading. Kondisi ini menjadi potensi bagi perkembangan wilayah sehingga perlu diimbangi dengan kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Saya berpesan agar masyarakat di sini, karena sekarang tempat ini menjadi premium, tidak terlalu jauh dari tempat ini ada juga LRT. Sehingga dengan demikian harus dijaga betul,” katanya.
Ia berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga kawasan tersebut agar tetap tertata, nyaman, dan memberikan manfaat bagi warga setempat.
Selain menyoroti pelestarian budaya dan penataan kawasan, Pramono juga menginginkan anak-anak di Kampoeng Tanah Harapan memperoleh akses bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Bantuan tersebut di antaranya melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), sehingga anak-anak dari keluarga yang membutuhkan memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan.
Pramono juga meyakini perbaikan kualitas hidup masyarakat perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga kesehatan dan kehidupan sosial.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kampoeng Tanah Harapan melalui berbagai program yang mendukung kebutuhan warga.
Kehadiran Pramono dalam hajatan warga tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus mendorong pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas dan kehidupan sosial warga Jakarta.
Reporter: Agus
Editor: Redaksi







