
INAPOS, JAKARTA.- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan hasil program bedah rumah bagi warga terdampak kebakaran di Jalan Bangka III RT 014/RW 002, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana melalui kolaborasi pemerintah, Baznas Bazis DKI Jakarta, dan sektor swasta.
Sebanyak 16 unit rumah yang dihuni 22 kepala keluarga (KK) atau 67 jiwa direnovasi melalui sinergi antara Baznas Bazis DKI Jakarta dan PT Malahayati Nusantara Raya.
Pramono Anung menegaskan, program bedah rumah ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah sekaligus menjadi contoh kolaborasi multipihak dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.
“Program bedah rumah di kawasan Pela Mampang ini merupakan wujud nyata dari sebuah penyelesaian di lapangan terhadap masalah kebakaran, salah satu persoalan yang kerap terjadi di Jakarta,” ujar Pramono.
Ia menjelaskan, proses rehabilitasi kawasan tersebut menelan anggaran sekitar Rp960,3 juta, yang terdiri atas kontribusi PT Malahayati Nusantara Raya sebesar Rp600 juta dan Baznas Bazis DKI Jakarta sebesar Rp360,3 juta.
Menurutnya, pola kerja sama seperti ini menjadi contoh semangat gotong royong antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan warga setelah bencana.
“Ini adalah bentuk penyelesaian di mana pemerintah hadir bersama para stakeholder di DKI Jakarta, dengan Baznas Bazis dan perusahaan yang menyalurkan program CSR-nya melalui skema seperti ini,” katanya.
Pramono menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus memperluas program bedah rumah, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan dan wilayah yang terdampak bencana.
Berdasarkan data Baznas Bazis DKI Jakarta, sejak 2019 hingga 2025 program bedah rumah telah berhasil merenovasi 3.509 unit rumah di berbagai wilayah Jakarta.
Sementara itu, pada 2026, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan dan rehabilitasi 633 unit rumah melalui sinergi bersama berbagai pihak, mulai dari BUMD, BUMN, hingga perusahaan swasta.
“Semua wilayah yang membutuhkan menjadi prioritas, terutama daerah yang dapat segera dilakukan bedah rumah agar masyarakat bisa kembali menempati hunian yang layak,” tutur Pramono.
Program ini diharapkan tidak hanya mempercepat pemulihan pascakebakaran, tetapi juga meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus memperkuat budaya gotong royong antara pemerintah, lembaga sosial, dan dunia usaha dalam membantu warga yang membutuhkan.
Reporter: Agus
Editor: Redaksi







