Jumat, April 17, 2026

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan keterangan pers kepada awak media usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 3 Juni 2025. (Foto: BPMI Setpres)
NasionalPemerintah

Presiden Prabowo Panggil Menkes ke Istana: Bahas Covid-19, Pembangunan RS, dan Cek Kesehatan Gratis

INAPOS, JAKARTA.- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/6/25).

Dalam pertemuan tersebut, Menkes menyampaikan laporan komprehensif terkait perkembangan isu-isu strategis di bidang kesehatan, mulai dari situasi Covid-19, pembangunan rumah sakit, hingga program cek kesehatan gratis yang kini menjangkau jutaan warga.

Terkait lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini, Budi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena varian yang beredar saat ini tergolong tidak mematikan.

“Meskipun terjadi peningkatan kasus, varian yang muncul saat ini relatif ringan. Jadi tidak perlu terlalu dikhawatirkan agar masyarakat tetap tenang,” ujar Menkes Budi kepada Presiden.

Dalam laporannya, Menkes juga menjelaskan perkembangan program strategis pembangunan 66 rumah sakit baru yang sebelumnya ditargetkan rampung dalam lima tahun, kini dipercepat menjadi dua tahun.

“Tahun ini direncanakan 32 rumah sakit dibangun, dan tahun depan 34. Dari 32 itu, 16 sudah groundbreaking. Sisanya akan menyusul dalam waktu dekat. Kami hanya membutuhkan realokasi anggaran, tanpa menambah jumlahnya. Dan Bapak Presiden telah menyetujui,” jelasnya.

Tak hanya itu, program pemeriksaan kesehatan gratis yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo juga menunjukkan capaian yang menggembirakan. Menurut Menkes, hingga awal Juni 2025, tercatat sebanyak 7,8 juta warga telah menerima layanan tersebut.

“Setiap hari ada sekitar 200 ribu warga yang menjalani pemeriksaan. Jadi rata-rata per bulan mencapai lima juta orang,” kata Budi.

Ke depan, program ini akan diperluas ke lingkungan sekolah dengan target menjangkau hingga 50 juta warga Indonesia. Melalui pemeriksaan ini, sejumlah masalah kesehatan penting juga mulai teridentifikasi.

“Misalnya pada bayi ditemukan cukup banyak kasus jantung bawaan (kongenital). Pada balita, masalah gigi cukup tinggi. Sementara pada orang dewasa, dominan hipertensi dan diabetes. Lansia juga serupa,” terangnya.

Selain itu, Menkes juga menyampaikan perkembangan skrining penyakit menular, terutama tuberkulosis (TBC). Dengan ketersediaan alat deteksi yang lebih terjangkau dan tersebar luas, deteksi dini bisa dilakukan secara lebih masif.

“Dari target 1 juta orang, kita harapkan bisa terdeteksi seluruhnya agar pengobatan bisa segera dimulai. Sekarang pengobatannya juga sudah lebih murah dan kami sudah menerapkan metode terbaru,” pungkasnya.

Reporter: Nal

Editor: Redaksi Inapos 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *