Sabtu, April 18, 2026

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis, 20 Maret 2025. (Foto: BPMI Setpres)
Ekonomi dan BisnisNasional

Presiden Prabowo Resmikan KEK Industropolis Batang, Dorong Hilirisasi dan Investasi Rp75 Triliun

INAPOS, BATANG.- Presiden Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (20/3/25).

Kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Indonesia sekaligus mendorong transformasi ekonomi nasional berbasis hilirisasi dan industrialisasi.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan pembangunan kawasan ini dan menyebut KEK Industropolis Batang sebagai potensi “Shenzhen-nya Indonesia.”

Ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri modern ini bertujuan untuk menarik investasi besar dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kita harus berani mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga. Tidak boleh malu belajar dari yang sudah sukses, karena tujuan kita adalah membangun kesejahteraan rakyat,” ujar Prabowo.

Presiden juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, serta mitra internasional untuk mempercepat pertumbuhan kawasan ini. Menurutnya, Indonesia sangat terbuka terhadap investasi yang saling menguntungkan.

Sementara itu, Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Ngurah Wirawan menyampaikan bahwa status KEK akan meningkatkan daya tarik kawasan bagi investor dengan berbagai insentif fiskal dan kemudahan investasi.

“Kami optimistis dalam lima tahun ke depan bisa menarik investasi hingga Rp75 triliun dan menciptakan sekitar 50 ribu lapangan kerja,” jelas Ngurah.

KEK Industropolis Batang memiliki tiga klaster utama, yaitu industri dan pengolahan, logistik dan transportasi, serta pariwisata dan properti. Infrastruktur pendukung seperti jalan tol, jalur kereta api super dry port, serta pelabuhan yang tengah dibangun, akan memperkuat daya saing kawasan ini di tingkat global.

Turut hadir dalam peresmian tersebut sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong. (Rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *