Beranda Pemerintah Respon Cepat Menteri PU, BBWS Cimanuk Cisanggarung Kerahkan SIBANKER Atasi Kekeringan di...

Respon Cepat Menteri PU, BBWS Cimanuk Cisanggarung Kerahkan SIBANKER Atasi Kekeringan di Cirebon

0
25
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung gerak cepat menjalankan penanganan darurat kekeringan di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Kris

INAPOS, KAB CIREBON – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung gerak cepat menjalankan penanganan darurat kekeringan di Desa Kedongdong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.

Langkah responsif ini direalisasikan tepat setelah Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung kondisi persawahan terdampak pada Sabtu (26/9).

 

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro, menjelaskan bahwa sejumlah strategi teknis langsung diterapkan di lapangan guna memastikan pasokan air sampai ke lahan pertanian yang kritis.

“Penanganan kekeringan di Desa Kedongdong terus dilakukan secara intensif. Kami menerapkan beberapa skema sekaligus, mulai dari perpanjangan waktu gilir air, pemasangan pompa darurat, hingga pengerahan inovasi SIBANKER agar air benar-benar menjangkau area persawahan,” ujar Dwi Agus Kuncoro.

Langkah awal diawali dengan rekayasa distribusi dan pengaturan ulang sistem gilir air. Pintu Air Lame resmi dibuka sejak Minggu (27/9) pukul 00.00 WIB, sementara beberapa pintu air lain ditutup sementara. Rekayasa ini bertujuan mengarahkan debit air menuju Saluran Sekunder Walini 11 yang melayani area terdampak.

Aliran air ditargetkan tiba di saluran sekunder tersebut pada hari yang sama sekitar pukul 09.00 WIB. Durasi gilir air yang sebelumnya hanya dialokasikan satu hari kini diperpanjang selama pasokan memungkinkan, sembari menunggu seluruh instalasi sistem pemompaan darurat terpasang sempurna.

Berita Terkait:

https://inapos.id/menteri-pu-cek-sawah-kekeringan-di-cirebon-pompa-air-jadi-solusi-cepat/

Untuk meminimalkan potensi kebocoran dan penyerapan liar, petugas pengatur pintu air disiagakan 24 jam penuh mengawal perjalanan air di sepanjang jaringan irigasi.

Penanganan darurat ini diperkuat dengan pengoperasian tiga unit pompa alkon berukuran 6 inci. Air dialirkan memanfaatkan pasokan dari Saluran Induk Gegesik pada Daerah Irigasi (DI) Rentang.

Dua unit pompa dilengkapi dengan selang dan perpipaan sepanjang kurang lebih 2 kilometer untuk mendistribusikan air langsung ke area persawahan yang sempat ditinjau oleh Menteri PU.

Satu unit pompa dipasang menggunakan pipa sepanjang 800 meter untuk mendorong pasokan ke saluran tersier terdekat guna melayani area kekeringan di bagian hilir.

Meskipun pasokan air telah memasuki jaringan tersier DI Ciwaringin sejak Minggu pagi, tantangan geografis pada beberapa titik memerlukan dorongan tambahan. Di sinilah inovasi SIBANKER (Atasi Banjir dan Kekeringan) mengambil peran krusial.

SIBANKER merupakan unit pemompaan portabel berupa pompa alkon 2 inci yang ditenagai oleh 8 panel surya dan terhubung langsung ke Power Station. Desainnya yang ringkas memfasilitasi efisiensi mobilisasi menuju sumber air terisolasi.

Di Desa Kedongdong, SIBANKER difokuskan untuk mendorong pasokan air secara mikro menuju lahan pertanian seluas 1.132 meter persegi yang posisinya sulit dijangkau oleh aliran irigasi gravitasi biasa.

Dengan integrasi skema tersebut mencakup rekayasa gilir air, pemompaan skala sedang dari Saluran Induk Gegesik, hingga intervensi teknologi SIBANKER—BBWS Cimanuk Cisanggarung memastikan penanganan kekeringan dilakukan secara terukur dan multi-sistem.

“Fokus utama kami adalah memastikan air yang tersedia tidak sekadar masuk ke dalam saluran jaringan, tetapi benar-benar terdorong sampai ke petakan sawah yang membutuhkan,” pungkas Dwi Agus Kuncoro.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini