Kamis, April 16, 2026

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menutup Manunggal Leadership Retreat: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah. Er
Pemerintah

Retret Manunggal “Ngopeni Nglakoni” Resmi Ditutup, Gubernur Jateng: Ini Energi Baru Bangun Jawa Tengah!

INAPOS, SEMARANG.- Kegiatan Manunggal Leadership Retreat: Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah secara resmi ditutup oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Senin (16/6/25).

Diselenggarakan selama sepekan sejak 10 Juni di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi membangun Jawa Tengah yang lebih maju dan selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Retret ini diikuti 438 peserta yang terdiri dari wakil bupati/wali kota, kepala OPD, direktur BUMD, pejabat administrator, hingga analis kebijakan. Para peserta mendapatkan pembekalan dari berbagai lembaga strategis nasional seperti Bappenas, KemenPAN-RB, Kemendagri, KPK RI, Kejaksaan Tinggi, serta tokoh agama dan widyaiswara dari BPSDMD Jateng.

Wakil Bupati Demak, Muhammad Badruddin menilai kegiatan ini menjadi ajang untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi antardaerah di Jawa Tengah, sekaligus untuk memahami dan mengimplementasikan arah pembangunan nasional sesuai Asta Cita Presiden.

“Retret ini menyatukan langkah dan koordinasi antardaerah, juga mendukung visi-misi presiden. Forum ini penting untuk saling belajar tanpa harus studi banding ke daerah lain,” jelasnya.

Senada, Wakil Bupati Pati, Risma Adhi Chandra mengungkapkan bahwa retret memberikan pemahaman mendalam terkait Asta Cita serta memperkuat semangat kebersamaan.

“Kami jadi lebih memahami orientasi Asta Cita Presiden. Retret ini memberikan pengalaman luar biasa bagi kepala daerah,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa retret ini merupakan ruang untuk menyamakan persepsi dan membangun sinergi antarpemangku kepentingan di Jawa Tengah.

“Jawa Tengah ini besar, tak bisa dibangun sendiri-sendiri. Harus dengan semangat kolaborasi. Karena itulah kita ajak semua, termasuk kepala daerah dan BUMD,” ujar Luthfi.

Ia menambahkan, kolaborasi tak hanya dilakukan secara internal antardaerah di Jawa Tengah, namun juga melibatkan provinsi lain seperti Kepulauan Riau, Maluku Utara, dan Lampung sebagai bentuk keterpaduan pembangunan nasional.

Retret Manunggal “Ngopeni Nglakoni” pun ditutup dengan semangat optimisme, menjadi tonggak awal arah pembangunan daerah yang inklusif, terarah, dan selaras dengan agenda besar nasional demi kesejahteraan rakyat Jawa Tengah.

Reporter: Ery

Editor: Redaksi Inapos 

 

5 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *