Jumat, April 17, 2026

Dirjen Kekayaan Intelektual, Ir. Razilu memberikan sertifikat Hak Cipta dan Hak Merek kepada Kepala Rutan Kelas I Cirebon, Redy Agian. Foto: Kris
PemerintahDaerah

Rutan Cirebon Raih Sertifikat Hak Cipta dan Merek “Beruci”: Bukti Nyata Pembinaan dan Ketahanan Pangan Berbasis Inovasi

INAPOS, KOTA CIREBON.- Rutan Kelas I Cirebon menorehkan prestasi membanggakan dengan menerima Sertifikat Hak Cipta dan Hak Merek dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum.

Sertifikat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Dirjen Kekayaan Intelektual, Ir. Razilu, kepada Kepala Rutan Kelas I Cirebon, Redy Agian, pada Selasa (21/10/25).

Pemberian hak kekayaan intelektual ini menjadi langkah penting dalam memperkuat inovasi serta pemberdayaan warga binaan, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan ekonomi kreatif.

Dalam sambutannya, Ir. Razilu mengapresiasi langkah Rutan Cirebon yang dinilai mampu menerjemahkan semangat Asta Cita Presiden, terutama dalam aspek ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi warga binaan.

“Rutan Cirebon ini menjadi contoh nyata bagaimana program pembinaan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga berorientasi pada nilai tambah melalui perlindungan kekayaan intelektual. Hak cipta dan merek yang diberikan merupakan bentuk penghargaan atas kreativitas warga binaan dalam mengelola produk hasil karya mereka,” ujar Razilu.

Ia menambahkan, DJKI memberikan fasilitasi pencatatan 10 merek untuk produk hasil pembinaan di Rutan Cirebon, termasuk merek unggulan bernama “Beruci” akronim dari Benteng Rutan Cirebon.

“Merek Beruci ini akan menjadi identitas dari produk-produk hasil pembinaan warga binaan Rutan Cirebon, baik dari sektor pertanian, perikanan, maupun kerajinan tangan. Kami ingin saat masyarakat membeli sayuran, hasil olahan, atau kerajinan dengan merek Beruci, mereka tahu bahwa ini adalah karya anak bangsa dari Rutan Cirebon,” tambah Razilu.

Ia juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara Rutan Cirebon, DJKI, dan Pemerintah Kota Cirebon dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia dalam mengembangkan produk berbasis pembinaan yang memiliki nilai ekonomi dan legalitas merek yang kuat.

Sementara itu, Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Jawa Barat, Herry Muhammad Ramdan, yang mewakili Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar Kusnali, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini mengandung pesan kuat tentang integrasi pembinaan, pemberdayaan, dan penghargaan terhadap karya manusia.

“Apa yang dilakukan di Rutan Cirebon hari ini menunjukkan bahwa pembinaan bukan semata soal kedisiplinan, tetapi juga soal mengembalikan harapan. Di balik dinding pembatas, masih ada ruang untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi bagi sesama,” ungkap Herry Ramdan.

Kepala Rutan Kelas I Cirebon, Redy Agian, menjelaskan bahwa nama “Beruci” lahir dari rasa kecintaannya terhadap Kota Cirebon dan semangat untuk memberi nilai jual bagi karya warga binaan.

“‘Beruci’ kami ambil dari kata Benteng Rutan Cirebon. Ini bukan sekadar nama, tapi simbol kebangkitan dan harapan. Kami ingin para warga binaan memiliki keterampilan dan keahlian yang bisa menjadi bekal setelah bebas, agar mereka tidak kembali terjerat perbuatan melanggar hukum,” ujar Redy.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Pemerintah Kota Cirebon dan DJKI akan terus diperkuat untuk mendukung program ketahanan pangan, kerajinan tangan, hingga produksi minuman hasil pembinaan warga binaan.

“Saat ini kami memiliki tiga fokus pengembangan, yaitu kerajinan tangan, produk minuman, dan program ketahanan pangan. Semua hasil karya ini adalah murni buatan warga binaan kami sendiri,” jelasnya.

Dengan diraihnya sertifikat hak cipta dan merek ini, Rutan Kelas I Cirebon resmi memiliki identitas produk pembinaan yang sah secara hukum dan berpotensi bersaing di pasar umum. Program ini sekaligus menjadi bentuk nyata sinergi antara Ditjen Kekayaan Intelektual dan Ditjen Pemasyarakatan dalam menghadirkan pembinaan yang berdaya guna, berkelanjutan, dan bermartabat.

Melalui merek “Beruci”, Rutan Cirebon tidak hanya membina, tetapi juga membuktikan bahwa dari balik jeruji besi, dapat lahir karya berharga yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Sebagai informasi, selain penyerahan sertifikat, Rutan Kelas I Cirebon juga melakukan Penandatanganan Kerjasama, Peresmian Green House, Bioflok, dan Dapur Sehat, serta penyerahan bantuan sosial kepada keluarga warga binaan.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi Inapos 

 

55 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *