Kamis, April 16, 2026

Ramadhan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang, Warga Binaan perkuat iman bersama Kementerian Agama Kota Tangerang. Nal
DaerahHukum

Sinergi Kemenag, Warga Binaan Lapas Kelas 1 Tangerang Ikuti Ibadah Terstruktur dan Humanis

Inapos.id ,Tangerang – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang mengoptimalkan pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui penguatan program kerohanian sepanjang bulan suci Ramadhan 1447 H. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang pembinaan spiritual yang lebih intensif, terstruktur, dan berdampak nyata dalam membentuk karakter serta meningkatkan keimanan.

Program Ramadhan tahun ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis bersama Kementerian Agama Kota Tangerang, khususnya dalam penyediaan penyuluh agama dan penguatan materi pembinaan. Sinergi tersebut memastikan setiap kegiatan berjalan sistematis, terukur, serta selaras dengan tujuan Pemasyarakatan yang humanis dan berkelanjutan.

Setiap malam, Masjid Baitussalam Lapas menjadi pusat kegiatan ibadah. Rangkaian dimulai dari shalat Isya berjamaah, kultum (kuliah tujuh menit), shalat tarawih berjamaah, hingga tadarus Al-Qur’an.

Seluruh kegiatan berlangsung dalam pengawasan dan pendampingan petugas pemasyarakatan serta penyuluh agama, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.

Pelaksanaan ibadah dilakukan secara bergiliran sesuai jadwal untuk menjaga kondusivitas. Skema ini memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh Warga Binaan Muslim untuk merasakan suasana Ramadhan yang khusyuk dan tertib di dalam lapas, pada kegiatan Senin (23/2/2026),

Tausiah disampaikan Ustadz Sahardi dari Kementerian Agama Kota Tangerang yang menekankan pentingnya penguatan iman, introspeksi diri, serta perbaikan akhlak sebagai fondasi menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti. Pesan tersebut disambut antusias oleh para Warga Binaan yang mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperdalam pembinaan kepribadian.

“Ramadhan kami maksimalkan sebagai ruang pembinaan spiritual yang lebih intensif. Melalui ibadah yang terstruktur dan pendampingan berkelanjutan, kami mendorong Warga Binaan membangun kesadaran diri, memperkuat keimanan, dan menyiapkan mental untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat,” tegasnya.

Senada, Kepala Bidang Pembinaan Narapidana, Dwi Fu’ad Jamali, menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan dirancang berkelanjutan sepanjang Ramadhan.

“Kami memastikan pembinaan rohani berjalan sistematis dan inklusif. Shalat berjamaah, kultum, hingga tadarus bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter dan penguatan mental spiritual,” ujarnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial A mengaku merasakan perubahan signifikan selama mengikuti program Ramadhan.

“Suasana ibadah berjamaah membuat kami lebih tenang dan termotivasi untuk berubah. Ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata kembali kehidupan,” tuturnya.

Penguatan pembinaan kerohanian ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas I Tangerang dalam menghadirkan sistem Pemasyarakatan yang berorientasi pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial.

Melalui pendekatan spiritual yang konsisten, diharapkan terbentuk pribadi Warga Binaan yang religius, berakhlak, serta siap kembali secara produktif dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

61 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *