Jumat, April 17, 2026

Pemerintah

Tangis Anak-anak Pecah di Mapolresta Cirebon, Sujud Minta Maaf di Kaki Orang Tua: Pesantren Kilat ABH Dimulai

CIREBON – Tangis puluhan anak pecah di halaman Mapolresta Cirebon, Senin (16/6/2025). Mereka bersimpuh dan memeluk kaki orang tua masing-masing, memohon ampun atas perbuatan negatif yang telah membawa mereka berhadapan dengan hukum. Pemandangan mengharukan ini menjadi pembuka kegiatan Pesantren Kilat Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang digagas oleh Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H.

Sebanyak 30 anak yang terlibat dalam kenakalan remaja hingga pelanggaran hukum kini mengikuti pembinaan intensif selama 10 hari di Masjid Syarif Hidayatullah, kawasan Aspol Kaliwadas. Tak hanya anak-anak, orang tua mereka pun dilibatkan agar proses pemulihan berjalan lebih komprehensif.

“Kegiatan ini untuk anak-anak yang kemarin masih melakukan kegiatan negatif, baik yang termasuk kenakalan remaja maupun pelanggaran hukum. Kami minta orang tua ikut mendampingi, agar sama-sama diberikan pembekalan,” ujar Kombes Pol Sumarni.

Pesantren kilat ini tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan. Anak-anak juga akan mendapatkan materi perbaikan mental, wawasan kebangsaan, penyuluhan hukum, bahaya narkoba, dampak bullying, hingga pelatihan ekonomi kreatif sebagai bekal wirausaha.

“Ini bukan sekadar kegiatan formalitas. Tujuannya jelas, membentuk karakter anak-anak agar menjadi pemuda kreatif, produktif, dan calon pemimpin masa depan. Kami juga libatkan tokoh agama untuk memperkuat aspek spiritual mereka,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi Polresta Cirebon dengan berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Cirebon, Pemprov Jawa Barat, TNI (Kodim 0620), Kejaksaan, Forkopimda, hingga tokoh pemuda dan masyarakat. Semua bersatu mendukung transformasi anak-anak ini agar tidak kembali terjerumus dalam kesalahan serupa.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menyebut kegiatan ini sudah terbukti efektif.

“Selama tiga angkatan sebelumnya, anak-anak tidak mengulang perbuatannya. Bahkan ada yang kita bantu kembali sekolah dengan paket pendidikan agar mereka memiliki ijazah,” ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Inf. Muhammad Yusron, S.A.P, menyoroti pentingnya kasih sayang dan perhatian keluarga. Banyak dari anak-anak tersebut ternyata hidup tanpa orang tua dan hanya diasuh nenek, yang mungkin sudah kesulitan memberi arahan.

“Mereka ini sebenarnya hanya butuh perhatian. Dengan adanya pesantren kilat ini, kami berkolaborasi untuk mengarahkan mereka agar lebih bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan bangsa,” kata Letkol Yusron.

TNI juga turut menyumbangkan materi wawasan kebangsaan dalam kegiatan ini. Meski jadwal rundown masih disusun bersama Polresta, pihak Kodim menyatakan siap berperan aktif, termasuk melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang selama ini sudah rutin melakukan pendampingan terhadap anak-anak dan keluarganya.

8 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *