Transaksi Tembakau Sintetis 15,30 Gram Digagalkan di Kota Cirebon, Pengedar Ditangkap Aparat
INAPOS, KOTA CIREBON.- Aparat berhasil menggagalkan transaksi jual beli narkotika jenis tembakau sintetis (sinte) seberat 15,30 gram dalam operasi yang digelar pada Jumat malam (3/4/2026) di kawasan Taman Jalan Harapan Perintis, Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.
Penindakan dilakukan oleh anggota Unit Intel Kodim 0614/Kota Cirebon terhadap seorang pria berinisial R alias Debleng yang diduga sebagai pengedar narkotika siap edar.
Operasi ini bermula sekitar pukul 20.00 WIB, saat tim intelijen menerima informasi adanya rencana transaksi tembakau sintetis di lokasi tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung melakukan pemetaan wilayah serta pemantauan intensif di titik yang dicurigai.
Tak lama kemudian, pelaku datang ke lokasi untuk melakukan transaksi. Saat hendak diamankan, pelaku sempat mencoba melarikan diri sehingga terjadi aksi pengejaran. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan dan pelaku diamankan tanpa perlawanan berarti.
Dari hasil penangkapan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya tembakau sintetis seberat 15,30 gram, satu unit vape (rokok elektrik), uang tunai Rp30 ribu, dua batang rokok Neslite, serta tiga bungkus rokok berbagai merek.
Diketahui, pelaku sebelumnya telah masuk dalam Target Operasi (TO) aparat. Usai penangkapan dan interogasi awal, pelaku beserta barang bukti langsung diserahkan ke Satresnarkoba Polres Cirebon Kota untuk proses hukum lebih lanjut.
Komandan Kodim 0614/Kota Cirebon, Drajat Santoso, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara aparat dan masyarakat yang memberikan informasi penting di lapangan.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika di wilayah Kota Cirebon. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menjaga keamanan wilayah serta melindungi generasi muda dari bahaya narkoba,” tegasnya pada Sabtu (4/4/26).
Ia juga mengimbau masyarakat agar aktif melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
Menurutnya, sinergitas antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di daerah.
Reporter: Kris
Editor: Redaksi Inapos
