Kamis, April 23, 2026

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara resmi melepas kloter pertama jemaah haji Jawa Tengah tahun 2026 dari Embarkasi Solo (Donohudan)
DaerahSosial

Wagub Jateng Lepas Kloter Pertama Haji 2026 dari Embarkasi Solo, 34 Ribu Jemaah Siap Berangkat ke Tanah Suci

INAPOS, BOYOLALI.- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara resmi melepas kloter pertama jemaah haji Jawa Tengah tahun 2026 dari Embarkasi Solo (Donohudan), Kabupaten Boyolali, Selasa (21/4/2026) malam.

Kloter pertama atau SOC 1 berasal dari Kabupaten Tegal dan dijadwalkan terbang melalui Bandara Adi Soemarmo pada Rabu (22/4/2026) pukul 01.05 WIB. Para jemaah akan diberangkatkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GIA 6101 menuju Madinah.

Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, total kuota jemaah haji tahun ini mencapai 34.122 orang. Rinciannya terdiri dari 32.138 jemaah reguler, 1.706 jemaah prioritas lansia, 191 petugas haji daerah, serta 87 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Jemaah diberangkatkan melalui dua embarkasi, yakni Solo dan Yogyakarta. Sebanyak 81 kloter atau 28.772 jemaah diberangkatkan dari Embarkasi Solo dengan pendampingan 321 petugas. Sementara itu, 15 kloter lainnya atau 5.368 jemaah diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport dengan 60 petugas pendamping.

Dalam sambutannya, Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta nama baik daerah dan Indonesia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Yang paling dijaga di sana adalah arahan dari pembimbing haji di KBIH,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan panjang yang berlangsung sekitar 40 hari, sehingga para jemaah harus menjaga kondisi fisik sejak awal keberangkatan.

“Jaga kesehatan, jaga kekompakan,” tegasnya.

Selain itu, Wagub juga menekankan pentingnya menjaga perilaku selama berada di Tanah Suci, agar citra baik jemaah Indonesia tetap terjaga di mata dunia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, menyampaikan bahwa seluruh jemaah telah melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, termasuk verifikasi istitha’ah atau kemampuan fisik dan mental untuk berhaji.

“Persiapan utama kami adalah memastikan seluruh jemaah memenuhi syarat kesehatan untuk berangkat,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi jemaah pada kloter pertama dinyatakan aman. Namun, pada kloter berikutnya terdapat beberapa jemaah yang harus mendapatkan perawatan dan observasi lebih lanjut di RSUD Dr. Moewardi. Meski demikian, hal tersebut tidak serta-merta membatalkan keberangkatan karena penilaian akhir dilakukan melalui asesmen medis khusus.

Di sisi lain, kebahagiaan dirasakan oleh salah satu jemaah lansia asal Margasari, Kabupaten Tegal, Maliyah (75). Ia mengaku bersyukur akhirnya bisa berangkat haji setelah menunggu selama 14 tahun.

“Alhamdulillah sudah sembuh, dicek kesehatan juga sudah bagus. Dulu daftar dengan suami, tapi sekarang berangkat dengan menantu,” ujarnya haru.

Pembimbing Ibadah Kloter 3 SOC, Ahmad Risyanto, menilai pelayanan haji tahun ini mengalami peningkatan signifikan, terutama dalam aspek administrasi, distribusi kebutuhan jemaah, serta kejelasan alur keberangkatan.

“Untuk tahun ini, dari sisi pelayanan sudah semakin baik,” katanya.

Sebagai tambahan, Embarkasi Solo kembali menerapkan layanan Makkah Route di Bandara Adi Soemarmo untuk mempercepat proses keberangkatan dan mengurangi kelelahan jemaah. Selain itu, kartu Nusuk telah dibagikan dan diaktivasi sejak di embarkasi.

Reporter: Ery

Editor: Redaksi Inapos 

 

62 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *