Jumat, April 17, 2026

Kepala Desa Pamengkang, Kosasih, S.H sedang menunjukkan salah satu lokasi jalan rusak dan sering terendam air saat hujan deras.
DaerahPemerintah

Warga Pamengkang Cemas, Perbaikan Jalan Rusak di Perbatasan Cirebon Terancam Dialihkan

INAPOS, Kabupaten Cirebon – Warga dan Pemerintah Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, diliputi kekhawatiran. Rencana perbaikan jalan poros kabupaten yang menghubungkan Desa Pamengkang dengan Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, dikhawatirkan akan dialihkan ke wilayah lain.

Padahal, kondisi jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer itu sudah lama mengalami kerusakan parah dan menjadi keluhan masyarakat. Selain sering memicu kecelakaan, kerusakan jalan juga diperparah dengan banjir saat musim hujan tiba.

Kepala Desa Pamengkang, Kosasih atau yang akrab disapa Ujang, mengungkapkan keresahan tersebut saat ditemui di lokasi jalan rusak di desanya, Selasa (1/7/2025).

“Kami dan warga sudah mendengar kabar, tahun ini seharusnya ada pembangunan rigid beton untuk jalan poros kabupaten ini, dari Desa Pamengkang sampai perbatasan Kelurahan Argasunya. Tapi kami dengar kabarnya bisa saja dialihkan ke tempat lain. Itu yang membuat kami khawatir,” ujar Ujang.

Menurut Ujang, kondisi jalan rusak itu sudah berlangsung lama. Bahkan sejak dirinya menjabat sebagai kepala desa, masalah jalan ini tak kunjung tuntas. Upaya perbaikan memang sempat dilakukan, namun sifatnya hanya sementara.

“Panjang jalan rusak ini sekitar 1 kilometer. Kerusakan ini sudah lama, sejak saya jadi kepala desa. Perbaikan pernah ada, tapi hanya sebentar, beberapa bulan hancur lagi,” ungkapnya.

Baca Juga : Warga Pamengkang Geram Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki

Ujang menegaskan, pihaknya bersama warga berharap agar rencana pembangunan jalan beton tetap direalisasikan sesuai yang telah dibahas sebelumnya bersama pemerintah kecamatan dan instansi terkait.

“Kami sudah rapat di desa, juga di kecamatan. Memang dari awal rencananya jalan ini yang dibangun beton, termasuk saluran drainase sepanjang 400 meter. Jadi kami mohon ke Dinas Bina Marga, PUTR, dan pemerintah kabupaten supaya tidak dialihkan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan Kabupaten Cirebon dengan Kota Cirebon. Dengan statusnya sebagai jalan perbatasan, seharusnya menjadi prioritas pembangunan.

“Ini jalan perbatasan antar daerah, antara Desa Pamengkang Kabupaten Cirebon dengan Kelurahan Argasunya Kota Cirebon. Malu rasanya kalau jalan rusak begini dibiarkan, apalagi ini jadi akses utama keluar masuk daerah perbatasan,” keluh Ujang.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan keresahan warga yang mulai mempertimbangkan aksi unjuk rasa apabila perbaikan jalan benar-benar dialihkan.

“Kami dengar warga sudah ada wacana mau demo karena sering terjadi kecelakaan. Jalan ini juga sering banjir, kemarin hujan sebentar saja sudah banjir, apalagi musim hujan. Ketinggian air bisa selutut,” jelasnya.

Namun demikian, Ujang mengaku masih mengedepankan komunikasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi tanpa perlu ada aksi demonstrasi.

“Kami akan koordinasi dulu ke Bina Marga atau PUTR. Kami tidak berharap ada demo, kami ingin kepastian saja, supaya tahun ini pembangunan jalan tetap dilaksanakan di Desa Pamengkang,” pungkasnya.

9 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *