Beranda Ragam Wisatawan Asing Makin Doyan Naik Kereta, KAI Daop 3 Cirebon Layani 36.255...

Wisatawan Asing Makin Doyan Naik Kereta, KAI Daop 3 Cirebon Layani 36.255 WNA hingga September 2026

0
21
Penumpang kereta api di Stasiun Cirebon. Kris

INAPOS, KOTA CIREBON – Kereta api semakin menjadi pilihan wisatawan mancanegara untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata di Pulau Jawa. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah pelanggan warga negara asing (WNA) yang menggunakan layanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon.

Sepanjang Januari hingga September 2026, KAI Daop 3 Cirebon mencatat sebanyak 36.255 pelanggan WNA. Jumlah tersebut meningkat 9,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 32.986 pelanggan.

Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan wisatawan internasional terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, sekaligus mampu menghubungkan berbagai destinasi wisata unggulan di Pulau Jawa.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin mengatakan, tren tersebut menunjukkan bahwa kereta api kini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga telah menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisata.

“Peningkatan jumlah pelanggan mancanegara ini menunjukkan kepercayaan yang semakin besar terhadap layanan KAI. Kereta api menawarkan perjalanan yang selamat, aman, nyaman, tepat waktu, sekaligus memberikan akses langsung menuju berbagai destinasi unggulan di Pulau Jawa,” ujar Muhibbuddin pada Senin (5/10/26).

Ia menjelaskan, sebagian besar wisatawan asing menggunakan kereta api jarak jauh untuk menuju sejumlah destinasi seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bandung, Jakarta hingga Banyuwangi.

Adapun tiga layanan kereta api yang paling banyak diminati wisatawan mancanegara di wilayah Daop 3 Cirebon yakni KA Ranggajati relasi Cirebon–Surabaya Gubeng–Jember, KA Cakrabuana relasi Gambir–Cirebon–Purwokerto, serta KA Gunungjati relasi Gambir–Cirebon–Semarang Tawang.

Selama periode Januari hingga September 2026, terdapat lima stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon yang menjadi titik naik dan turun favorit wisatawan mancanegara.

Stasiun Cirebon menjadi yang paling banyak digunakan dengan jumlah 20.579 pelanggan WNA, disusul Stasiun Jatibarang sebanyak 5.362 pelanggan, Stasiun Cirebon Prujakan 2.738 pelanggan, Stasiun Haurgeulis 2.506 pelanggan, serta Stasiun Brebes sebanyak 2.018 pelanggan.

Selain lima stasiun tersebut, sejumlah stasiun lain seperti Pegadenbaru, Ketanggungan, Babakan, Ciledug, Arjawinangun, Tanjung, Terisi dan Losari juga mulai mencatat peningkatan aktivitas wisatawan mancanegara.

Menurut Muhibbuddin, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari semakin berkembangnya destinasi wisata sejarah, budaya dan kawasan menarik yang terhubung dengan jaringan transportasi kereta api.

Wisatawan mancanegara, kata dia, memilih kereta api karena menawarkan ketepatan waktu, kenyamanan perjalanan, serta kemudahan dalam pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI yang telah mendukung layanan berbahasa Inggris.

“KAI terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh pelanggan, termasuk wisatawan mancanegara. Tren positif ini merupakan hasil dari peningkatan fasilitas, digitalisasi layanan, serta promosi yang dilakukan secara berkelanjutan, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Meningkatnya jumlah wisatawan asing yang menggunakan kereta api juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Aktivitas wisatawan turut mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, jasa pemandu wisata, UMKM hingga industri ekonomi kreatif di sekitar stasiun dan kawasan destinasi wisata.

Muhibbuddin menilai, meningkatnya konektivitas transportasi dan integrasi antarmoda juga menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan wisatawan asing pengguna kereta api.

Bagi wisatawan internasional, efisiensi waktu serta kemudahan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya menjadi pertimbangan penting dalam memilih moda transportasi.

Selain itu, perjalanan dengan kereta api memberikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan karena mereka dapat menikmati pemandangan sepanjang perjalanan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat lokal di stasiun maupun di dalam kereta.

“Selain ramah lingkungan, perjalanan menggunakan kereta api juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan. Mereka dapat menikmati pemandangan sepanjang perjalanan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat lokal di stasiun maupun di dalam kereta. Pengalaman inilah yang menjadi nilai tambah transportasi kereta api sebagai bagian dari perjalanan wisata di Indonesia,” tutup Muhibbuddin.

Reporter: Kris

Editor: Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini