Jumat, April 17, 2026

Ketua PCNU Kabupaten Subang, Kyai H. Satibi SP.i, M.M.
Ekonomi dan Bisnis

NU Subang dan Galuh Pakuan Siapkan SDM Unggul untuk Industri BYD

INAPOS, SUBANG.- Ketua PCNU Kabupaten Subang, Kyai H. Satibi SP.i, M.M., mengumumkan kerja sama strategis dengan lembaga pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) yang didirikan oleh Galuh Pakuan Subang untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal guna mendukung pengembangan kawasan Subang Smart Politan.

Kawasan ini akan menjadi pusat industri kendaraan listrik global BYD yang membutuhkan sekitar 18.000 tenaga kerja.

Kerja sama ini fokus pada pelatihan teknologi, keterampilan profesional, dan penguasaan bahasa asing, terutama Mandarin, agar masyarakat Subang mampu memenuhi standar global yang dibutuhkan industri.

“Kami ingin memastikan masyarakat lokal mendapatkan manfaat langsung dari pembangunan ini, khususnya dalam penguasaan teknologi dan bahasa,” ujar Kyai H. Satibi, Minggu (12/1/25).

Raja Lembaga Adat Karatwan Galuh Pakuan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, yang juga Mustasyar Nahdlatul Ulama Subang, mendukung penuh inisiatif ini.

Duta Laksana Girang Harta, Dewi Kandiati Paramesty Tine Yowargana B.A., B.E., M.H., menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mengembangkan potensi lokal dengan standar internasional.

“Kami mempersiapkan alat ajar dan tenaga ahli untuk membekali masyarakat Subang keterampilan yang sesuai kebutuhan industri,” kata Tine Yowargana.

Dalam pelatihan ini, kurikulum berbasis teknologi industri modern dipadukan dengan pelajaran bahasa Mandarin, keterampilan interpersonal, serta produktivitas kerja.

Pelatihan ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja profesional dan berdaya saing tinggi.

Selain itu, PCNU dan Galuh Pakuan mendesak BYD untuk memberikan prioritas rekrutmen kepada masyarakat Subang agar dampak pembangunan kawasan industri benar-benar dirasakan warga setempat.

“Kami ingin BYD memberdayakan masyarakat lokal sebagai prioritas. Dengan pelatihan ini, kami yakin warga Subang siap memenuhi kebutuhan industri,” tegas Kyai Satibi.

Kerja sama ini diharapkan menjadi model sinergi antara lembaga adat, organisasi masyarakat, dan sektor industri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami ingin menjadikan ini tonggak kebangkitan Subang sebagai kawasan industri terkemuka,” pungkasnya. (Nal)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *