Minggu, April 19, 2026

Adang Daradjatun menyampaikan paparan saat reses di Kelurahan Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dengan menekankan pentingnya restorative justice, pembaruan KUHP-KUHAP, serta pencegahan tawuran dan narkoba di lingkungan masyarakat, Minggu (1/3/2026).Nal
HukumNasionalPolitikSosial

Reses di Kebon Jeruk, Adang Daradjatun Tekankan Restorative Justice dan Pencegahan Tawuran

INAPOS.ID ,Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Adang Daradjatun, menggelar kegiatan reses di Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (1/3/2026). Dalam suasana Ramadan, reses tersebut dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga sekaligus memberikan edukasi hukum dan imbauan kamtibmas.

Kegiatan ini dihadiri Camat Kebon Jeruk Agus Mulyadi, Sekcam Iswandi, Babinsa Kelapa Dua Sertu Aris, Kanit Intel Polsek Kebon Jeruk Iptu Widodo, Ketua DPD PKS Jakarta Barat Ustaz Narmansyah, Ketua GANN Jakarta Barat Eddi Inhari, SH, serta jajaran RT dan RW setempat.

Dalam sambutannya, Adang menekankan pentingnya penyelesaian persoalan hukum melalui pendekatan restorative justice, khususnya untuk perkara ringan di lingkungan masyarakat.

“Kalau ada persoalan kecil di wilayah RT/RW, selesaikan secara restorative justice. Panggil anaknya, orang tuanya, duduk bersama dan damaikan. Jangan langsung dibawa ke kantor polisi karena dampak sosialnya berat bagi keluarga,” ujarnya.

Mantan Wakapolri itu juga menyoroti pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan KUHAP yang dinilainya lebih berpihak kepada masyarakat dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Ia menegaskan, setiap warga yang berhadapan dengan proses hukum berhak didampingi advokat maupun keluarga saat pemeriksaan.

“Proses hukum tidak boleh sewenang-wenang. Ini bagian dari kemajuan sistem hukum kita,” tegasnya.

Selain isu hukum, Adang mengingatkan pentingnya peran orang tua dan aparat lingkungan dalam mencegah kenakalan remaja, terutama tawuran dan balap liar. Ia menjelaskan fenomena psikologis kerumunan yang dapat membuat remaja kehilangan kontrol diri hingga berujung tindak pidana.

“Penyesalan selalu datang belakangan. Jangan sampai anak-anak terlibat tawuran atau balap liar yang akhirnya merugikan diri sendiri dan keluarga,” katanya.

Menjelang Idulfitri, Adang juga mengimbau warga yang akan mudik agar memastikan keamanan rumah, seperti mematikan kompor dan mencabut aliran listrik, serta berkoordinasi dengan pengurus RT/RW.

Sementara itu, Kanit Intel Polsek Kebon Jeruk Iptu Widodo mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama Ramadan. Ia menyoroti potensi tawuran, penyalahgunaan narkoba, kebakaran, serta pencurian saat rumah ditinggal mudik.

“Jaga anak-anak agar tidak terlibat tawuran atau narkoba. Pastikan rumah dalam kondisi aman sebelum bepergian,” ujarnya.

Camat Kebon Jeruk Agus Mulyadi turut mengimbau para orang tua agar aktif mengawasi pergaulan anak dan mengarahkan mereka pada kegiatan positif. Ia mengingatkan, keterlibatan dalam tindak kriminal dapat berdampak pada bantuan sosial yang diterima keluarga.

Di sisi lain, Ketua GANN Jakarta Barat Eddi Inhari, SH, memaparkan dampak destruktif narkoba terhadap fisik, mental, sosial, hingga ekonomi keluarga. Ia mengajak masyarakat memperkuat komunikasi dalam keluarga dan menjadi teladan bagi generasi muda.

Kegiatan serap aspirasi tersebut ditutup dengan doa dan foto bersama. Warga berharap dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat dapat terus dilakukan secara rutin guna memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

60 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *