Senin, April 20, 2026

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan. Nal
NasionalTNI / POLRI

Operasi Ketupat 2026 Digelar 13–25 Maret, 161.000 Personel Disiagakan

INAPOS.ID ,JAKARTA – Kapolri Jenderal  Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 pada 13–25 Maret 2026 untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran. Sebanyak 161.000 personel gabungan disiagakan guna memastikan kelancaran lalu lintas serta keamanan masyarakat selama periode libur Idul Fitri.

Pernyataan itu disampaikan Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan Operasi Ketupat di Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

“Tahun ini Operasi Ketupat dilaksanakan mulai 13 Maret sampai 25 Maret,” ujar Sigit.

Ia menjelaskan, operasi tahun ini mengusung tagline “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia.” Polri, kata dia, akan mengedepankan langkah preemtif dan preventif dalam pengamanan, serta penegakan hukum secara terukur.

Menurut Sigit, pendekatan tersebut bertujuan menempatkan Operasi Ketupat sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan, bukan semata penindakan.

“Kita upayakan seminimal mungkin penegakan hukum yang represif, sehingga betul-betul menjadi pelayanan kemanusiaan,” kata dia.

Dalam rapat tersebut, Sigit juga menyampaikan adanya penyesuaian struktur operasi. Peran Kepala Operasi Khusus (Kaopsus) yang dipimpin Kakorlantas diperkuat agar pengendalian di lapangan lebih efektif, terutama dalam pengambilan keputusan yang bersifat diskresi saat menghadapi dinamika arus lalu lintas.

Penguatan kendali ini dinilai penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran.

Sebanyak 161.000 personel gabungan yang dilibatkan terdiri atas unsur Polri, TNI, kementerian dan lembaga terkait, serta pemangku kepentingan lainnya. Mereka akan ditempatkan di berbagai titik strategis, seperti jalur tol dan arteri, pelabuhan, bandara, terminal, stasiun, hingga pusat keramaian dan destinasi wisata.

Polri juga menyiapkan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat, termasuk layanan informasi, kesehatan, hingga respons cepat terhadap kecelakaan lalu lintas maupun gangguan kamtibmas.

Sigit berharap sinergi lintas sektoral dapat menekan potensi kemacetan dan angka kecelakaan, sekaligus memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman.

“Kita harapkan seluruh personel dan stakeholder dapat bekerja sama secara maksimal demi keberhasilan pelayanan arus mudik maupun arus balik,” ujar Sigit.

60 / 100 Skor SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *